Kamis, 14 Mei 2026

Aston International Ganti Nama Jadi Archipelago International

Penulis : Antara
21 Jan 2013 | 12:58 WIB
BAGIKAN

JAKARTA-Aston International mengumumkan perubahan nama perusahaan menjadi Archipelago International sebagai  identitas resmi baru perusahaan yang akan menaungi organisasi perusahaan dan menjadi nama dari manajemen perusahaan untuk seluruh hotel dan resor yang sudah beroperasi maupun yang akan dibuka.

Manajemen Archipelago International dalam rilisnya akhir pekan lalu, menjelaskan bahwa nama “Aston” merupakan bran utama dari grup hotel sehingga saat ini tidak sesuai lagi sebagai nama perusahaan manajemen dengan 9 bran hotel yang sedang berkembang ini.

Dengan label Aston yang terus bertambah, bran lain seperti favehotel dan bintang 4 lifestyle terbaru Alana Hotel yang akan membuka hotel pertamanya di Indonesia pada bulan Februari tahun ini di Seminyak,Bali, saat ini mewakili lebih dari 50% portofolio grup Archipelago yang akan datang.

Archipelago International merupakan perusahaan manajemen hotel terbesar di Indonesia dengan kehadirannya di Indonesia, Filipina dan Malaysia serta memiliki portofolio lebih dari 140 hotel, resor dan residence yang mana 60 hotel telah beroperasi dan lebih dari 80 hotel dalam berbagai tahap pembangunan yang akan dioperasikan dalam dua tahun ke depan.

Archipelago International mengelola beberapa hotel mulai dari hotel dengan layanan pilihan hingga hotel bintang lima dan vila mewah serta mengoperasikannya dengan nama bran hotel  yakni, Grand Aston, Aston City, Crimson, Quest, favehotel, NEO, Alana dan Kamuela.

“Dengan Archipelago, kami bertujuan menciptakan sebuah landasan yang memberikan kesempatan bagi setiap bran kami untuk menampilkan ciri khas dan kelebihan masing – masing hotelnya . Dari bran layanan pilihan favehotel hingga bintang 5 Grand Aston dan Vila Kamuela yang mewah, kami ingin agar masing – masing bran hotel dapat dikenal sebagai yang terbaik di kelasnya dan dapat melebihi harapan tamu dalam akomodasi, pelayanan dan perhatian yang personal,” ujar Norbert Vas, Wakil Presiden Penjualan & Pemasaran Archipelago International. (*/gor)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 41 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 52 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia