Endriartono Sutarto: Isu Kudeta Hanya Rumor
JAKARTA- Mantan Penglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono
Sutarto menegaskan, isu soal kudeta hanya rumor untuk meramaikan ruang
publik.
"Saya tidak percaya jika ada kelompok masyarakat
yang akan melakukan kudeta," kata Endriartono pada diskusi bertema
"Penegakan Hukum vs Kepentingan Politik, Islam, dan Militer" di Rumah
Kebangsaan, Jakarta, Jumat malam.
Pembicara lainnya pada
diskusi tersebut adalah Pengamat Politik dari CSIS J Kristiadi serta
Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta Komaruddin Hidayat.
Menurut Endriartono kepada Antara di negara lain kudeta terhadap presiden dilakukan
oleh militer aktif yang bersenjata, bukan oleh purnawirawan militer yang
sudah tidak bersenjata.
"Saya tidak percaya ada kelompok
yang ingin melakukan kudeta. Karena para perwira tinggi TNI aktif yang
punya senjata, saya tidak melihat ada keinginan untuk mengganti
pemerintah dengan cara inkonstitusional. Isu kudeta itu hanya rumor,"
katanya.
Jika wacana tersebut dilontarkan oleh masyarakat sipil, menurut dia, hal itu adalah gerakan masyarakat.
Pertanyaannya, kata dia, seberapa kuat kelompok masyarakat tersebut
dapat mengambil posisi untuk menggerakkan seluruh elemen bangsa.
"Jika kelompok masyarakat tersebut tidak mampu menggerakkan seluruh elemen bangsa maka tidak akan berhasil," katanya.
Ia menambahkan, jika kelompok masyarakat tersebut hanya melakukan
aksi untuk rasa yang diikuti oleh sekitar seribu atau dua ribu orang,
hal itu hanya merupakan penyampaian aspirasi.
Endriartono
juga mengingatkan, jika ada kelompok masyarakat ada yang mewacanakan
melakukan kudeta, agar berpikir berpuluh-puluh kali, karena dampaknya
akan merugikan seluruh elemen bangsa.
"Negara menjadi goncang dan rakyat menjadi korban," katanya.
Ia menegaskan, jika ada kelompok masyarakat yang ingin menyuarakan perbaikan agar dapat melakukannya secara konstitusional.
Dia juga mengimbau para aktivis yang cukup kritis melakukan kritik
terhadap pemerintah, agar melakukan perbaikan dari dalam dengan cara
masuk ke partai politik dan menjadi anggota legislatif.
"Dengan menjadi anggota legislatif maka bisa melakukan perbaikan melalui regulasi," katanya.
Sebelumnya beredar rumor akan ada aksi unjuk rasa besar-besaran
yang agendanya ingin menurunkan presiden pada 25 Maret mendatang.(*/hrb)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler

