Kamis, 14 Mei 2026

Endriartono Sutarto: Isu Kudeta Hanya Rumor

Penulis : Antara
23 Mar 2013 | 04:42 WIB
BAGIKAN

JAKARTA- Mantan Penglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto menegaskan, isu soal kudeta hanya rumor untuk meramaikan ruang publik.

"Saya tidak percaya jika ada kelompok masyarakat yang akan melakukan kudeta," kata Endriartono pada diskusi bertema "Penegakan Hukum vs Kepentingan Politik, Islam, dan Militer" di Rumah Kebangsaan, Jakarta, Jumat malam.

Pembicara lainnya pada diskusi tersebut adalah Pengamat Politik dari CSIS J Kristiadi serta Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta Komaruddin Hidayat.

Menurut Endriartono kepada Antara di negara lain kudeta terhadap presiden dilakukan oleh militer aktif yang bersenjata, bukan oleh purnawirawan militer yang sudah tidak bersenjata.

"Saya tidak percaya ada kelompok yang ingin melakukan kudeta. Karena para perwira tinggi TNI aktif yang punya senjata, saya tidak melihat ada keinginan untuk mengganti pemerintah dengan cara inkonstitusional. Isu kudeta itu hanya rumor," katanya.

Jika wacana tersebut dilontarkan oleh masyarakat sipil, menurut dia, hal itu adalah gerakan masyarakat.

Pertanyaannya, kata dia, seberapa kuat kelompok masyarakat tersebut dapat mengambil posisi untuk menggerakkan seluruh elemen bangsa.

"Jika kelompok masyarakat tersebut tidak mampu menggerakkan seluruh elemen bangsa maka tidak akan berhasil," katanya.

Ia menambahkan, jika kelompok masyarakat tersebut hanya melakukan aksi untuk rasa yang diikuti oleh sekitar seribu atau dua ribu orang, hal itu hanya merupakan penyampaian aspirasi.

Endriartono juga mengingatkan, jika ada kelompok masyarakat ada yang mewacanakan melakukan kudeta, agar berpikir berpuluh-puluh kali, karena dampaknya akan merugikan seluruh elemen bangsa.

"Negara menjadi goncang dan rakyat menjadi korban," katanya.

Ia menegaskan, jika ada kelompok masyarakat yang ingin menyuarakan perbaikan agar dapat melakukannya secara konstitusional.

Dia juga mengimbau para aktivis yang cukup kritis melakukan kritik terhadap pemerintah, agar melakukan perbaikan dari dalam dengan cara masuk ke partai politik dan menjadi anggota legislatif.

"Dengan menjadi anggota legislatif maka bisa melakukan perbaikan melalui regulasi," katanya.

Sebelumnya beredar rumor akan ada aksi unjuk rasa besar-besaran yang agendanya ingin menurunkan presiden pada 25 Maret mendatang.(*/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 32 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 43 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia