Kamis, 14 Mei 2026

Festival Perhiasan Mutiara Lombok-Sumbawa Kembali Digelar

Penulis : Anis Rifatul Ummah
27 Nov 2013 | 08:56 WIB
BAGIKAN

MATARAM-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, kembali menggelar Festival Mutiara Lombok Sumbawa atau Lombok Sumbawa Pearl Festival (LSPF), 26-27 November 2013.

Festival mutiara yang dipusatkan di Aula Hotel Lombok Raya, di Mataram itu, dibuka oleh Wakil Gubernur NTB Muh Amin, Selasa malam, yang dihadiri Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf Esthy Reko Astuty dan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut P. Hutagalung.

Festival tersebut diikuti 30 pedagang mutiara yang terdiri atas 14 perusahaan perhiasan dan perajin mutiara menengah, 14 pelaku usaha kecil menengah (UKM) pengrajin mutiara, dan tiga gerai demo kerajinan khas Lombok, seperti cukli, tenun, dan gerabah.

Selain pameran dan lelang mutiara, rangkaian kegiatan, yakni pemilihan Putri Mutiara 2013 yang melibatkan peserta berasal dari 10 kabupaten serta kota di NTB.

Kegiatan lainnya, yakni pertunjukan kesenian dan peragaan busana, serta penampilan artis ibu kota Anita Hara, serta beragam perlombaan, seperti lomba fotografi dan kreasi jilbab.

LSPF 2013 itu merupakan kegiatan keempat, setelah kegiatan pertama pada 2010 dan kedua 2011, serta ketiga 2012, tergolong sukses.

Dirjen Pemasaran Pariwisata Esthy Reko Astuty mengatakan, festival itu merupakan wahana memopulerkan Lombok sebagai penghasil mutiara terbesar dunia bertaraf internasional dan berdaya saing.

"Kegiatan ini membawa hasil yang cukup signifikan pada setiap kali penyelenggaraannya," ujarnya.

Ia menyebut nilai transaksi LSPF 2010 sebesar 47.425 dolar AS, nilai transaksi LSPF 2011 sebesar 120.000 dolar AS yang mengalami peningkatan signifikan.

Pada 2012 dari hasil pelelangan nilai transaksinya mencapai 98 ribu dolar AS, dan hasil pameran sebesar Rp700 juta, sehingga totalnya mencapai 175 ribu dolar AS atau setara dengan Rp1,6 miliar, sehingga mengalami peningkatan 33,33 persen dari 2011.

Dia mengharapkan pada LSPF 2013 transaksi bukan hanya saat kegiatan, namun juga mencakup pesanan secara berkesinambungan (repeat order).

"Dengan demikian dapat meningkatkan nilai ekspor dan mendorong kreativitas masyarakat NTB, dan akhirnya mampu menggerakkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat setempat," ujarnya.

Dirjen P2HP Saut P. Hutagalung mengharapkan festival tersebut semakin memotivasi produsen mutiara Indonesia untuk terus berkreasi hingga produk perikanan dan kelautan itu makin disukai masyarakat dunia.

Saut menyebut NTB merupakan daerah potensial pengembangan mutiara dengan daya dukungan lahan 19.056 hektare yang dapat memproduksi rata-rata sebanyak 1,4 hingga 1,8 ton per tahun.

Sekitar 10-30 persen dari total produksi mutiara NTB setiap tahun diantarpulaukan ke Surabaya dan Jakarta untuk selanjutnya diekspor ke berbagai negara oleh 38 pengusaha mutiara.

Hasil penelitian Departemen Kelautan dan Perikanan, mutiara produk NTB diklasifikasikan dalam golongan A (kualitas tinggi), B (sedang), dan C (rendah). Klasifikasi A memiliki nilai jual Rp1 juta per gram, B Rp150 ribu, dan klasifikasi C Rp100 ribu.

Lokasi budi daya mutiara di Lombok, seperti Pantai Sekotong, Pemenang, Senggigi, Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima.

"Bahkan, mutiara produk NTB diperebutkan para pembeli di bursa mutiara internasional di Jepang karena tergolong produk terbaik di dunia," ujar Saut.(ant/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 35 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 46 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia