Kamis, 14 Mei 2026

Stasiun Monorel Tak Boleh Ganggu Estetika Kota Jakarta

Penulis : Oleh Lenny Tristia Tambun
20 Aug 2014 | 15:54 WIB
BAGIKAN

JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI meminta pembangunan 28 stasiun monorel tidak mengganggu estetika Kota Jakarta. Keberadaan tiang-tiang stasiun dan konstruksi diharapkan tidak membuat Kota Jakarta terlihat tidak tertata rapi dan terkesan kumuh.

Direktur Utama PT Jakarta Monorail (JM), John Aryananda menegaskan hal penting yang ditekankan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan hari ini adalah keberadaan lokasi stasiun dan tiangnya tidak boleh mengganggu keindahan, kerapian dan kebersihan Ibu Kota.

Keberadaan tiangnya harus dipastikan tidak akan mengganggu keselamatan dan keamanan para pejalan kaki atau pengendara mobil atau motor.

“Tadi Pak Gubernur menekankan kalau dia perlu diyakinkan pembangunan stasiun monorel tidak mengganggu keindahan atau nilai estetika kota Jakarta. Beliau tidak ingin nanti keberadaan stasiun yang melayang menggangu estetika Ibu Kota,” kata John di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (20/8).

Karena itu, lanjutnya, PT JM akan menggambar secara mendetail bentuk struktur stasiun melayang monorel. Dengan gambar tersebut, Pemprov akan mengkaji letak tiang-tiang stasiun, letak stasiun dan letak depo monorel apakah mengganggu estetika atau tidak.

“Segala permintaan dari Pemprov sudah kita pelajari dan sudah kita cukupi. Memang yang agak harus dikaji lebih lanjut lagi adalah letak tiang-tiang tersebut, letak stasiun dan letak depo serta penggambaran stasiun tersebut. Supaya saat sudah dibangun, tidak mengganggu keindahan Kota Jakarta,” ujarnya.

Permintaan Jokowi telah disanggupi PT JM. Investor dan pengembang monorel ini akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap basic design monorel. Dari basic design tersebut akan terlihat letak dan gambar stasiun sementara.

“Dilihat dari dua sisi, yakni sisi pertama dari basic design. Setelah itu baru kita lihat Detail Engineering Design (DED). Kita harus melengkapi gambar di antara basic design dan DED. Dan dimintanya itu lebih terperinci. DED tidak diubah, tetapi harus diselidiki lebih lanjut untuk melihat perlu diubah atau tidak. Karena dari dua depo dan 28 stasiun belum tentu semuanya harus disesuaikan. Hanya saja, Pak Gubernur meminta kajiannya dapat memastikan tidak mengganggu Kota Jakarta,” paparnya. (b1)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 37 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 48 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia