Menu
Sign in
@ Contact
Search
CEO Tesla Elon Musk. (Foto: Philip Pacheco/AFP)

CEO Tesla Elon Musk. (Foto: Philip Pacheco/AFP)

Saham Tesla Turun Lebih dari 35% Sejak Elon Musk Beli Twitter

Minggu, 6 November 2022 | 15:51 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

NEW YORK, investor.id – Saham produsen kendaraan listrik (EV) Tesla telah turun lebih dari 35% sejak CEO Tesla Elon Musk mengumumkan tawarannya untuk membeli jejaring sosial Twitter. Pada perdagangan Jumat (4/11), sahamnya ditutup turun 3,6% di tengah reli pasar yang mengikuti pergerakan volatil pekan lalu.

Sebagai perbandingan, saham Nasdaq Composite turun sekitar 18% dalam jangka waktu yang sama.

Elon Musk pertama kali mengumumkan bahwa dirinya setuju untuk membeli Twitter pada 25 April 2022. Saham Tesla ditutup hari itu pada US$ 332,67 per saham dan ditutup pada perdagangan terakhir pekan lalu di harga US$ 207,47, yang membatasi minggu penuh pertama kepemilikannya di Twitter.

Baca juga: Elon Musk Mulai PHK Besar-besaran di Twitter

Elon Musk berbicara pada Konferensi Investasi Baron tahunan ke-29 akhir pekan lalu, yang dihadiri investor hedge fund Ron Baron yang sekarang menjadi pemegang saham Tesla, SpaceX, dan Twitter. Baron yang biasanya bersikap bullish pada bisnis Elon Musk itu mulai bertanya kepada miliarder terkaya dunia tersebut tentang menyulap baru tanggung jawabnya atas Twitter.

Selain menjalankan perusahaan produsen roket dan internet satelit reusable (SpaceX) dan perusahaan EV multinasional bersama energi berkelanjutan (Tesla), Elon Musk juga mendanai dan mendirikan perusahaan chip otak (Neuralink) dan bisnis terowongan (The Boring Company), Elon Musk sekarang menyebut dirinya “Chief Twit". Secara lebih formal, dia adalah CEO dan direktur tunggal Twitter setelah kesepakatan senilai US$ 44 miliar.

“Beban kerja saya naik dari sekitar, saya tidak tahu 78 jam seminggu menjadi mungkin 120 jam,” kata Elon Musk kepada Baron. Ia menambahkan, setelah Twitter diatur di jalur yang dinilainya benar maka akan jauh lebih mudah untuk dikelola daripada SpaceX atau Tesla.

Dia belum mengatakan siapa, jika ada, yang dapat menggantikannya sebagai CEO Twitter. Namun, Musk telah mengatakan kepada pengikutnya di Twitter bahwa posisinya sebagai direktur tunggal dan CEO jejaring sosial tersebut bersifat sementara.

Baca juga: Pengiklan Kritik Elon Musk karena Janji Twitter Gratis untuk Semua

Kepemilikan Elon Musk atas jejaring sosial Twitter telah menyebabkan beberapa produsen mobil, termasuk General Motors (GM) dan Audi, menghentikan pengeluaran iklan di sana. Tetapi tidak jelas bagaimana hal itu akan berdampak pada Tesla dalam jangka panjang.

Tesla telah lama mengandalkan Twitter, sementara akunnya diikuti sejumlah besar orang. Miliarder tersebut kerap menyebarkan informasi kepada pemegang saham dan menggunakannya untuk promosi semua perusahaannya, produk mereka dan membentuk citra dirinya sendiri, secara gratis.

Untuk mengelola Twitter, Elon Musk telah memberi wewenang kepada lebih dari 50 karyawan Tesla, sebagian besar Autopilot dan insinyur perangkat lunak (software) lainnya, bersama dengan beberapa penasihat dan pendukung tepercaya lainnya dari bisnisnya yang lain.

Dia belum menjelaskan bagaimana pembagian karyawan Tesla, bagaimana tanggung jawab mereka terhadap Twitter.

Pada konferensi investor, Elon Musk juga menegaskan bahwa Tesla masih berniat mengembangkan mobil listrik yang lebih murah daripada sedan listrik Model 3 entry. Ia menargetkan produksi 40.000 unit mobil listrik per hari.

Baca juga: Elon Musk Masuk, General Motors Tunda Beriklan di Twitter

Musk juga mengatakan, mengingat berapa banyak baterai yang dibutuhkan beserta logam dan bahan lain yang diperlukan untuk membangunnya, tampaknya Tesla akan perlu terlibat langsung dalam penambangan, daripada mengandalkan sepenuhnya pada pemasok luar.

Baron bertanya kepadanya apakah Tesla telah berbicara atau mempertimbangkan investasi di Glencore, seperti yang dilaporkan beberapa outlet berita sebelumnya. “Kami tidak pernah berpikir untuk berinvestasi di Glencore. Saya berbicara tentang Tesla, melakukannya (produksi lithium) sendiri," lanjutnya.

Penurunan saham Tesla sejak Elon Musk mengumumkan akuisisi pada April 2022 jauh lebih curam daripada rekan-rekan produsen mobilnya. Saham General Motors dan Ford masing-masing turun sekitar 2% dan 11%, sementara produsen EV Rivian jatuh lebih dari 5%.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com