Jumat, 15 Mei 2026

Subsidi Kendaraan Listrik Berbasis Baterai Efektif 20 Maret 2023

Penulis : Vinnilya Huanggrio
6 Mar 2023 | 17:43 WIB
BAGIKAN
Pemerintah secara resmi menyampaikan bantuan berupa subsidi untuk pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) yakni mobil listrik, motor listrik dan bus listrik yang akan efektif mulai tanggal 20 Maret 2023. Hal ini dipaparkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Pemerintah secara resmi menyampaikan bantuan berupa subsidi untuk pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) yakni mobil listrik, motor listrik dan bus listrik yang akan efektif mulai tanggal 20 Maret 2023. Hal ini dipaparkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

JAKARTA, Investor.id - Pemerintah secara resmi menetapkan pemberian subsidi untuk pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), yakni mobil listrik, motor listrik, dan bus listrik, mulai efektif pada 20 Maret 2023.

Hal ini dipaparkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

“Saya juga ingin menyampaikan bahwa kita akan mulai menerapkan subsisi pembelian KBLBB efektif pada 20 Maret,” ungkap Luhut di jumpa pers di kantor Kemenko Marves pada Senin (6/3/2023).

ADVERTISEMENT

Adapun keputusan ini ditetapkan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Yang kenyataannya, produksi maupun penjualan KBLBB di Indonesia belum dapat berjalan secara cepat. Hal ini disebabkan oleh mahalnya harga kendaraan listrik yang ramah lingkungan dibanding kendaraan konvensional, sehingga menghalangi kemampuan masyarakat untuk bertransisi mengadopsi kendaraan listrik.

Oleh karena itu, Luhut menuturkan, Indonesia perlu mengantisipasi hal tersebut dengan memberikan insentif KBLBB agar Indonesia menjadi tempat yang menarik juga untuk produsen KBLBB.

“Jika program insentif ini berjalan dengan lancar dan adopsi massal terjadi, industri KBLBB dalam negeri terbentuk, harga KBLBB akan terjangkau ke depan,” tambah dia.

Sebagaimana tertera dalam Perpres tersebut disebutkan bahwa percepatan program KBLBB didorong oleh alasan peningkatan efisiensi energi, ketahanan energi, dan konservasi energi sektor transportasi, serta terwujudnya energi bersih, kualitas udara bersih, dan ramah lingkungan serta yang terpenting adalah mengurangi ketergantungan kita terhadap impor BBM. Hal in sesuai komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca.

Di luar alasan keberlanjutan yang tertuang dalam Perpres tersebut, pengembangan KBLBB di Indonesia juga akan sangat beralasan dikarenakan ketersediaan bahan baku yang melimpah. Kata Luhut, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki bahan baku yang melimpah. Untuk itu, hilirisasi akan lebih lengkap jika tercipta industri kendaraan listrik yang akan menggunakan hasil hilirisasi critical minerals industri baterai yang saat ini sedang kita bangun.

“Nah, ini akan menciptakan lapangan pekerjaan, teknologi baru, inovasi lain dan juga akan meningkatkan pendapatan negara sendiri,” imbuh Luhut.

Lebih lanjut, dikatakan Luhut program KBLBB ini dibuat sebagai langkah awal untuk meningkatkan keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat terhadap kendaraan listrik yang lebih luas, serta memacu perkembangan industri otomotif energi baru.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia