Sabtu, 4 April 2026

Saham Emiten Grup Djarum Lagi Murah Mau Diserok, Laba Gak Kira-kira

Penulis : Thresa Sandra Desfika
16 Feb 2026 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi transaksi via BCA Mobile. (Foto: BCA/BBCA)
Ilustrasi transaksi via BCA Mobile. (Foto: BCA/BBCA)

JAKARTA, investor.id – Saham emiten Grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA selalu diparkir merah dari 6-13 Februari 2026. Dalam sebulan terakhir, saham emiten bank swasta ini minus 10,28% dengan investor asing membukukan net sell Rp 15,59 triliun.

Baru-baru ini, manajemen BCA (BBCA) mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan dengan dana sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun.

“Perseroan bermaksud untuk melaksanakan buyback dalam rangka mendukung stabilitas pasar modal Indonesia pada tahun 2026, meningkatkan kepercayaan investor, serta memberikan tingkat pengembalian yang lebih optimal bagi para pemegang saham,” sebut manajemen BBCA dalam keterbukaan informasi belum lama ini.

Advertisement

Perseroan akan meminta persetujuan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang akan digelar pada 12 Maret 2026.

“Periode pelaksanaan buyback 12 bulan sejak disetujuinya rencana buyback oleh RUPST, kecuali diakhiri lebih cepat oleh perseroan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkap manajemen BBCA.

Secara valuasi, saham Bank Central Asia lagi murah dibandingkan biasanya. Dengan rasio price to book value (PBV) 3,15, di bawah -1 PBV standard deviation rata-rata 5 tahun terakhir 4,17 kali, dan juga -2 PBV standard deviation rata-rata 5 tahun terakhir 3,67 kali.

BBCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 57,53 triliun pada 2025, tumbuh 4,9%.

Sementara itu, Samuel Sekuritas mengungkapkan bahwa manajemen BBCA terus menjalankan strategi perbankan transaksional, pendanaan berbasis CASA, dan bisnis korporatnya dengan baik, yang mendukung pertumbuhan laba yang stabil.

“Ke depan, manajemen memperkirakan pertumbuhan pinjaman tahun 2026 sebesar 10-11%, NIM sebesar 5,4-5,6%, dan biaya kredit sebesar 40-50 bps, dibandingkan dengan pertumbuhan pinjaman tahun fiskal 2025 sebesar 7,7% yoy, NIM sebesar 5,7%, dan biaya kredit sebesar 42 bps,” sebut Samuel Sekuritas dalam risetnya baru-baru ini.

Meskipun persaingan yang berkelanjutan untuk peminjam kelas atas dan imbal hasil aset yang lebih rendah tetap menjadi risiko jangka pendek, hal ini diimbangi oleh basis CASA BBCA yang dominan, pengendalian biaya yang disiplin, dan momentum pendapatan yang solid.

Oleh karena itu, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk BBCA dengan target harga Rp 8.600, yang menyiratkan PBV 2026 sebesar 3,4x dan didukung oleh keberlanjutan ROE di atas 20%.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 22 menit yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.
Finance 47 menit yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 59 menit yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 4 April 2026, Cek Rinciannya

Berikut adalah daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat pada Sabtu, 4 April 2026
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: BBCA Diborong Asing hingga Harga Emas Antam (ANTM) Runtuh

Berita populer dalam 24 jam terakhir, mulai dari BBCA diborong asing hingga harga emas Antam (ANTM) runtuh

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia