Jumat, 15 Mei 2026

Sukses dari Kampung Halaman, Lia Nuryanah Saksikan #ProduktifdiNegeriSendiri

Penulis : Muhammad Firman
21 Feb 2025 | 17:32 WIB
BAGIKAN
Sosok Lia Nuryanah (kanan) yang sukses #Produktifdinegerisendiri. (Foto: Instagram/ @lia_nuryanah13)
Sosok Lia Nuryanah (kanan) yang sukses #Produktifdinegerisendiri. (Foto: Instagram/ @lia_nuryanah13)

JAKARTA, investor.id – Sukses dari kampung halaman, wirausahawan Lia Nuryanah menyaksikan #ProduktifdiNegeriSendiri. Meningkatnya biaya hidup serta persaingan kerja yang ketat membuat banyak orang tertarik dengan tagar #KaburAjaDulu, yang dianggap sebagai solusi untuk mencari penghasilan lebih baik.

Di sisi lain, banyak individu yang tetap #Produktifdinegerisendiri dengan membangun usaha, serta membuka peluang tanpa harus meninggalkan kampung halaman.

Dengan kreativitas, ketekunan, dan strategi yang tepat, mereka membuktikan bahwa keberhasilan tidak selalu harus diraih di luar negeri. Kisah-kisah inspiratif para wirausahawan ini bisa menjadi motivasi bagi siapa saja yang ingin meraih kemandirian finansial di daerah asal mereka.

ADVERTISEMENT

Salah satu contohnya adalah Lia Nuryanah, lulusan Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB). Lia aktif di kampung halamannya, Cikondang, dan sukses mengembangkan budidaya jahe merah serta kopi bersama warga setempat.

Bahkan, Lia mampu bekerja sama dengan salah satu PT terbesar, PT Bintang Toedjoe. Ia juga mendirikan Kondang Muda Farm dan tergabung dalam Paguyuban Penggembala Kambing Desa Cikondang.

Dilansir dari laman Alumni IPB Pedia, berikut sekelumit napak tilas kisah sukses Lia Nuryanah yang #Produktifdinegerisendiri berkat ketekunannya.

Berasal dari keluarga petani, Lia sudah terbiasa dengan dunia pertanian sejak kecil.

“Sejak kecil saya membantu orang tua mencari rumput untuk ternak dan ikut dalam panen padi,” tuturnya, dikutip dari laman Alumni IPB Pedia, Jumat (21/2/2025).

Dedikasinya terhadap jahe merah membawanya bekerja sama dengan PT Bintang Toedjoe. Selain itu, ia juga mengembangkan sereh wangi, kopi khas Desa Cikondang bernama Cikko Coffee, serta pupuk organik. Kehadirannya memberikan dampak positif bagi para petani dan usaha kecil di wilayahnya.

Semasa sekolah, Lia dikenal berprestasi di bidang olahraga. Namun, keterbatasan ekonomi menjadi tantangan dalam pendidikannya.

“Saat SMP dan SMA, saya sempat menghadapi kesulitan ekonomi. Orang tua bertanya apakah saya ingin lanjut sekolah atau membantu mencari rumput,” kenangnya. Berkat prestasi itu, ia mendapatkan beasiswa Bidikmisi dan lulus dari IPB University.

Setelah menyelesaikan kuliah pada 2021, ia memilih kembali ke Cikondang. Menyadari banyak lahan produktif yang terbengkalai akibat hama, Lia terdorong untuk membangun desa. Ia pun aktif di Karang Taruna dan mendirikan Kondang Muda Farm untuk mengembangkan potensi pertanian bersama generasi muda.

Menjadi Kepala Desa Termuda

Pada 2021, Lia didorong masyarakat untuk maju dalam pemilihan kepala desa. Meski sempat diragukan karena usianya yang masih muda dan sebagai perempuan, ia tetap melangkah dengan penuh keyakinan.

“Ada yang menganggap saya terlalu muda atau meragukan kepemimpinan perempuan,” tutur Lia.

Namun, dalam Pilkades serentak 2021 di Kuningan, Lia memenangkan 405 suara, mengalahkan pesaingnya yang memperoleh 175 suara. Di usia 28 tahun, ia resmi menjabat sebagai Kepala Desa Cikondang dan menjadi kepala desa termuda di Kuningan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia