Jumat, 15 Mei 2026

Kenaikan Suku Bunga Fed Dinilai Berlebihan

Penulis : Grace El Dora
20 Des 2022 | 09:11 WIB
BAGIKAN
Pelanggan sedang berbelanja di toko bahan makanan di Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS) pada 13 Oktober 2022. (Foto: SCOTT OLSON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Pelanggan sedang berbelanja di toko bahan makanan di Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS) pada 13 Oktober 2022. (Foto: SCOTT OLSON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

WASHINGTON, investor.id – Federal Reserve (Fed) kemungkinan akan melakukan kenaikan suku bunga secara berlebihan untuk menjinakkan inflasi. Langkah seperti ini pada akhirnya dapat membuat ekonomi Amerika Serikat (AS) jatuh ke dalam resesi, tulis Ed Hyman dari Evercore ISI dalam catatan baru-baru ini.

Tingkat Dana Federal (Federal Funds rate/ FFr) sekarang 6,5% versus Indeks Harga Belanja Personal (PCE) inti 4,7% pada tahun ini, dan imbal hasil (yield) obligasi sebesar 3,5%, tulis Hyman.

“Dan bukan hanya pengetatan The Fed. (Bank Sentral Eropa) ECB, (bank sentral Inggris) BoE, (bank sentral) Meksiko, Swiss, dan Norwegia juga melakukan pengetatan minggu lalu,” katanya, Selasa (20/12).

ADVERTISEMENT

“Mungkin lebih dalam lagi, jumlah uang beredar menyusut,” lanjut Hyman.

Selain itu, indeks difusi ekonomi Evercore mendekati wilayah resesi bersama dengan indikator lain seperti survei perusahaan, data inflasi, dan pengumuman pemutusan hubungan kerja. Kenaikan upah juga mulai melambat dan harga sewa yang tinggi menunjukkan tanda-tanda awal pelonggaran, menandakan bahwa inflasi kemungkinan besar akan berjalan dengan sendirinya.

“Bagaimanapun, 87% pemilih Amerika mengkhawatirkan resesi,” kata dia.

Kenaikan Suku Bunga Fed Dinilai Berlebihan
Sumber: Factset

S&P 500 Menuju Desember Terburuk dalam 4 Tahun

S&P 500 telah turun lebih dari 6% bulan ini, karena Wall Street berjuang menuju akhir tahun. Itu menempatkan di jalur untuk kinerja bulanan terburuk sejak September 2022. Itu juga akan menjadi penurunan Desember terbesar sejak 2018, ketika turun 9,18%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia