Kamis, 14 Mei 2026

2 Juta Ha Lahan Sawah Terancam Hilang

Penulis : Oleh Alina Musta’idah
6 Nov 2013 | 11:04 WIB
BAGIKAN

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan lahan pertanian padi (sawah) seluas 2 juta hektare (ha) terancam hilang dalam beberapa tahun ke depan karena dikonversi untuk kepentingan nonpertanian, seperti permukiman dan infrastruktur.

Sesuai hasil audit Kementan pada 2012, total luas sawah nasional hanya mencapai 8,1 juta ha. Direktur Pengelolaan Lahan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Tunggul Iman Panuju mengungkapkan, sebelumnya Kementan berharap banyak pada peraturan daerah (perda) rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang di dalamnya memasukkan lahan sawah dan cadangan sawah sehingga terlindungi dari konversi.

Nyatanya, saat ini banyak pemerintah daerah (pemda) yang belum menerbitkan perda RTRW, di sisi lain yang telah menerbitkan perda RTRW malah meminggirkan lahan pertanian, terutama sawah.

“Konversi lahan sawah dalam beberapa tahun ke depan bisa mencapai 2 juta ha akibat penerbitan perda RTRW banyak yang belum selesai. Konversi lahan besar-besaran makin menjadi karena pemda lebih memilih memberikan lahannya untuk proyekproyek yang lebih menguntungkan bagi APBD ketimbang untuk sawah,” kata dia di Jakarta, baru-baru ini.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di https://subscribe.investor.id

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia