Kamis, 14 Mei 2026

Bank Mandiri Pimpin Kredit Sindikasi Petrokimia Gresik

Penulis : Antara
8 Jun 2011 | 18:40 WIB
BAGIKAN

JAKARTA – PT Bank Mandiri Tbk memimpin penyaluran kredit sindikasi sebesar US$ 129 juta kepada PT Petro Jordan Abadi (PJA), perusahaan patungan PT Petrokimia Gresik dengan Jordan Phosphate Mines Co. Plc. Dana pinjaman itu digunakan untuk pembangunan unit pabrik asam fosfat dan hasil samping di Gresik, Jawa Timur.

Kredit sindikasi kepada produsen bahan baku pupuk tersebut merupakan 70% dari nilai total proyek sebesar US$ 184,3 juta, dimana sisanya akan dibiayai sendiri oleh PJA.

Bank Mandiri bertindak sebagai Mandated Lead Arranger dan juga sebagai kreditor bersama Indonesia Eximbank.

Penandatanganan perjanjian pinjaman tersebut dilakukan oleh Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok, Presiden Direktur PT Petro Jordan Abadi Mohammad Chadik Anis, serta Direktur Pelaksana Indonesia Eximbank Dwi Wahyudi dan Omar B. Pane di Plaza Mandiri, Jakarta Rabu.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok mengatakan pembiayaan tersebut merupakan komitmen Bank Mandiri untuk mendukung penyediaan pupuk yang dapat membantu mendorong produksi pangan nasional.

"Indonesia merupakan negara agraris. Untuk itu, ketersediaan pupuk dalam jumlah yang memadai merupakan syarat untuk mencapai keberhasilan program ketahanan pangan nasional. Hal ini membuat kami tidak pernah ragu dalam membiayai industri pupuk," kata Fransisca.

Pinjaman berdurasi 10 tahun itu akan digunakan untuk membangun pabrik Unit I Asam Sulfat berkapasitas 600.000 ton/tahun, Unit II Asam Fosfat dengan kapasitas 200.000 ton/tahun dan Unit III Gypsum Granulation berkapasitas 500.000 ton/tahun.

Tidak hanya itu, PJA juga membangun unit utilitas dan sarana serta prasarana penunjang operasional pabrik.

PT Petrokimia Gresik merupakan kompleks pabrik pupuk terlengkap dan terbesar di Indonesia dan satu-satunya produsen asam fosfat di Indonesia. Sementara JPMC adalah perusahaan pertambangan batuan fosfat di Jordania yang dimiliki Jordan Finance Ministry sebagai wakil pemegang saham Kerajaan Jordania.

PT Petro Jordan Abadi (PJA) merupakan perusahaan anak patungan antara PT Petrokimia Gresik dan Jordan Phosphate Mines Co. Plc. dengan struktur kepemilikan saham masing-masing pihak 50%.

Proses pembangunan pabrik asam fosfat direncanakan selama 30 bulan terletak di Kawasan Industri Petrokimia Gresik akan dilaksanakan pada tahun 2011 serta diproyeksikan akan menghasilkan 200.000 MTPY asam fosfat untuk mencukupi kebutuhan bahan baku asam fosfat bagi perusahaan unduk PT Petrokimia Gresik, sehingga dapat mengurangi impor asam fosfat. (tk/ant)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia