Kamis, 14 Mei 2026

PLTA Cirata Produksi Listrik 1.428 Gigawatt Per Tahun

Penulis : Rangga Prakoso dan Euis Rita Hartati
8 Jul 2019 | 01:43 WIB
BAGIKAN
Ruang kendali PLTA Cirata, Jawa Barat
Ruang kendali PLTA Cirata, Jawa Barat

PURWAKARTA - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata memiliki fasilitas khusus Automatic Generation Control dan Black Start untuk line charging. Fasilitas ini membuat Cirata bisa segera masuk ke sistem interkoneksi Jawa-Bali. Adapun kapasitas pembangkit yang berada di Purwakarta itu mencapai 1.008 megawatt (MW).

"Pada saat sistem Jawa Bali ada trip (gangguan) maka Cirata bisa suplai listrik cepat sekitar 5-6 menit karena punya line charging," kata Manager Keuangan UP Cirata Priyono dalam acara kunjungan media di Purwakarta, akhir pekan lalu.

Priyono menuturkan, pembangkit Cirata memanfaatkan aliran sungai Citarum melalui bendungan. Air yang telah dibendung itu kemudian menuju terowongan sepanjang 640 meter yang berada di dalam tanah. Setelah melewati terowongan, air menuju penstock dengan kemiringan 60 derajat yang meningkatkan tekanan dan kecepatan. Air kemudian masuk dan memutar turbin hingga kecepatan putaran 187,5 rpm. Turbin itu terhubung dengan generator yang memproduksi listrik bertegangan 16,5 kilo volt (kV). Listrik itu lalu disalurkan ke main transformer untuk menaikkan tegangan dari 16,5 kV menjadi 500 kV. Selanjutnya listrik ditransmisikan ke sistem interkoneksi Jawa Bali. "Rata-rata energi yang dibangkitkan 1.428 giga watt per tahun atau setara 428 ribu ton minyak. Ini membantu pengurangan BBM," ujarnya.

Dikatakannya PLTA Cirata rata-rata beroperasi dari pukul 17.00-22.00 WIB. Pasalnya pembangkit ini menunjang pasokan listrik saat beban puncak terjadi di Jawa-Bali. Dia menjelaskan Cirata memiliki 8 unit pembangkitan dengan kemampuan masing-masing 126 mw. "Pengoperasian masing-masing unit tergantung dari pengatur beban di Gandul (Depok)," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Pembangkit yang beroperasi sejak 1988 ini, lanjut Priyono memiliki waduk dengan luas genangan mencapai 6200 hektar. Luasan genangan itu berada di 3 kabupaten yakni Bandung Barat38%, Purwakarta 21%, dan Cianjur 41%. Aliran Sungai Citarum bukan hanya untuk pembangkit listrik. Namun juga memasok air bersih untuk konsumsi Jakarta, irigasi Karawang, Subang, Indramayu, dan Purwakarta mencapai 420 hektar. Sayangnya, Sungai Citarum saat ini dalam kondisi memprihatikan akibat sampah, maupun kotoran ternak. Kotoran tersebut ditambah dengan maraknya keramba jaring apung membuat sedimentasi di area waduk. "Kami bersama pihak terkait terus berupaya mengembalikan kondisi Sungai Citarum," ujarnya.

Kembangkan PLTS

Sementara itu, PLN juga mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan konsep terapung di Cirata, Jawa Barat. Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan bahwa saat ini perkembangannya ada pada tingkatan pencarian mitra. PLTS tersebut diperkirakan akan memiliki daya sebesar 200 megawatt. PLTS Cirata sebelumnya sudah memiliki panel surya dengan tenaga 1 MW yang sudah lama beroperasi.

Pembangkit surya tersebut akan berada di atas waduk Cirata yang sudah memiliki pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan salah satu daya terbesar di Indonesia, yaitu 1.008 MW.

PLTA itu sendiri memiliki angka produksi yang setara dengan penggunaan 428 ton bahan bakar minyak untuk unit pembangkit thermal

PLTA Cirata Produksi Listrik 1.428 Gigawatt Per Tahun
Jaringan Listrik PLN

Editor: Euis Rita Hartati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 28 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 39 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia