Sabtu, 4 April 2026

Tiga Bandara Rp 14,3 Triliun Ditawarkan kepada Tiga Investor

Penulis : Thereis Kalla / Thresa Sandra Desfika
28 Des 2019 | 10:33 WIB
BAGIKAN
Bandara Komodo, Labuan Bajo. NTT. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Bandara Komodo, Labuan Bajo. NTT. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

JAKARTA, investor.id – Tiga proyek bandara senilai Rp 14,3 triliun kembali ditawarkan kepada investor guna meningkatkan wisatawan asing dan industri penerbangan, yakni mencakup Bandara Internasional Kualanamu, Bandara Internasional Sam Ratulangi, dan pembangunan Bandara Singkawang.

Kerja sama dengan swasta nasional ataupun asing ini akan meniru model Bandara Komodo di Labuan Bajo, yang lelang pengelolaannya dimenangi oleh konsorsium Changi Airports International Pte Ltd, Changi Airports MENA Pte Ltd, dan PT Cardig Aero Services Tbk.

Menyusul penetapan pemenang tender pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah mendorong bandara lain melakukan kerja sama dengan badan usaha swasta, termasuk yang saat ini sudah dikelola BUMN. Pemerintah sudah siap menawarkan tiga proyek pembangunan dan pengembangan bandara senilai Rp 14,3 triliun, yang terdiri atas pengembangan Bandara Internasional Kualanamu (Deli Serdang, Sumatera Utara) senilai Rp 7 triliun, pengembangan Bandara Internasional Sam Ratulangi (Manado, Sulawesi Utara) sekitar Rp 3 triliun, dan pembangunan bandara di Singkawang (Kalimantan Barat) senilai Rp 4,3 triliun.

“Jadi, Kualanamu kami akan buka untuk investasi, juga Sam Ratulangi di Manado, dan yang ketiga adalah Singkawang. Sudah ada investor yang menunjukkan ketertarikan untuk ketiga bandara tersebut,” kata Menhub di Jakarta, Kamis (27/12) Mal.

Advertisement
Tiga Bandara Rp 14,3 Triliun Ditawarkan kepada Tiga Investor
Bandara Komodo, Labuan Bajo. NTT. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Dia optimistis bandara-bandara tersebut akan diminati oleh investor, karena potensi jumlah penumpang sudah besar. Misalnya Bandara Kualanamu, penumpangnya sudah mendekati 10 juta orang per tahun dan Bandara Sam Ratulangi sebanyak 4 juta penumpang per tahun.

Secara terpisah, Corporate Communication and Investor Relations PT Cardig Aero Services Tbk (CASS) Andre Suntono memaparkan, perusahaannya memimpin konsorsium pemenang tender proyek pengembangan Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Adapun anggota dari konsorsium adalah Changi Airports International Pte Ltd (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd.

Wakil Direktur Utama PT Cardig Aero Services Tbk Radianto Kusuma sebelumnya menyatakan, dalam konsorsium tersebut Cardig menguasai 80% saham. Sedangkan sisanya dikuasai Changi sebesar 20%. Andre Suntono menjelaskan lebih lanjut, perusahaan akan segera menyelesaikan syarat-syarat yang ditetapkan oleh Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PPJK) tersebut.

“Setelah ada pemberitahuan resmi oleh PJPK ini, konsorsium akan menyelesaikan perjanjian kerja sama sesuai dengan proses yang disyaratkan di dalam KPBU. Kami berharap dapat menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah agar dapat membantu, mengembangkan, dan meningkatkan Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo secara bertahap dan potensi yang ada di dalamnya,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (27/12).

Tiga Bandara Rp 14,3 Triliun Ditawarkan kepada Tiga Investor
Budi Karya Sumadi. Foto: IST

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah menargetkan pembangunan dan pengembangan Bandara Komodo mampu mendatangkan penumpang jauh lebih banyak. Jika tahun ini hanya sekitar 650 ribu penumpang, diharapkan menjadi 4 juta penumpang per tahun dalam waktu kurang dari 10 tahun ke depan.

“Sekarang ini hanya 650 ribu penumpangnya dan akan menjadi 4 juta, yang kita harapkan kurang dari 10 tahun. Pengembangan Bandara Komodo dilakukan oleh Konsorsium CAS – dengan anggota PT Cardig Aero Services, Changi Airports International Pte Ltd, dan Changi Airports MENA Pte Ltd –, melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) selama 25 tahun,” katanya.

Ia menuturkan, investasi proyek tersebut senilai Rp 1,23 triliun selama lima tahun. Sedangkan pembiayaan operasional mencapai Rp 5,7 triliun selama 25 tahun serta ada jaminan senilai Rp 5 miliar dari investor.

“Pengoperasian ini konsesinya berlangsung selama 25 tahun. Setelah itu, aset tersebut kembali ke pemerintah,” ujarnya.

Anggaran Destinasi Superprioritas

Tiga Bandara Rp 14,3 Triliun Ditawarkan kepada Tiga Investor
Bandara Komodo, Labuan Bajo. NTT. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Kementerian Keuangan memaparkan, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), pemerintah dalam APBN 2020 telah menetapkan Program Percepatan Penyelesaian 5 Destinasi Pariwisata Superprioritas. Destinasi ini mencakup Labuan Bajo, Danau Toba di Sumatera Utara, Likupang di Sulawesi Utara, Borobudur di Jawa Tengah, dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Pariwisata juga ditetapkan sebagai sektor utama pembangunan nasional, dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengarahkan agar infrastruktur di 5 Destinasi Pariwisata Superprioritas tersebut dituntaskan tahun 2020.

Ini termasuk penyelesaian tata ruang, akses dan konektivitas, fasilitas di destinasi wisata, serta penyiapan SDM, produk lokal, dan promosi terintegrasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan lewat sinergi lintaskementerian/lembaga (K/L) dan pemda.

“Untuk itu, alokasi anggarannya tahun 2020 naik menjadi Rp 10,17 triliun, meningkat 6 kali lipat dari alokasi 2019 sebesar Rp 1,69 triliun. K/L yang terlibat dengan total anggaran Rp 10,17 triliun ini antara lain adalah Kemen PUPR Rp 7,8 triliun, Kemenhub Rp 1,02 triliun, Kemenpar Rp 1,0 triliun, KLHK Rp 0,15 triliun, Kemen ESDM Rp 0,05 triliun, Kemendes PDTT Rp 0,08 triliun, Kemendikbud Rp 0,05 triliun, dan Bekraf Rp 0,02 triliun,” papar Kemenkeu.

BPS mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia pada Januari-Oktober 2019 mencapai 13,62 juta. Kunjungan ini naik 2,85% dibanding periode sama tahun 2018 sebanyak 13,25 juta kunjungan. Sedangkan kunjungan wisman pada 2018 sebanyak 15,81 juta atau naik sekitar 12,61% dibanding tahun sebelumnya.

Kementerian Pariwisata mencatat, devisa dari sektor pariwisata meningkat mencapai US$ 19,29 miliar tahun lalu. Menurut Kemenpar, perolehan tersebut hampir menembus target tahun lalu sebesar US$ 20 miliar.

20 Investor Peminat

Menhub mengatakan lebih lanjut, sebanyak 20 perusahaan swasta baik asing maupun nasional sudah menyatakan minat untuk berinvestasi di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, melalui skema KPBU. Proyek Bandara Singkawang diperkirakan bakal menelan dana investasi total senilai Rp 4,3 triliun. Rinciannya, kebutuhan belanja modal sebanyak Rp 1,7 triliun dan belanja operasional Rp 2,6 triliun.

PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) juga menyatakan akan mengembangkan Bandara Kualanamu melalui kerja sama strategis bersama investor. Direktur Transformasi dan Portofolio Strategis AP II Armand Hermawan menuturkan, perseroan akan menggunakan skema kemitraan strategis untuk mewujudkan hal tersebut dan sudah ada banyak investor yang menyatakan ketertarikannya.

Tiga Bandara Rp 14,3 Triliun Ditawarkan kepada Tiga Investor
Bandara Komodo, Labuan Bajo. NTT. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

“Saat ini terdapat 19 korporasi yang telah menyatakan minat untuk bisa menjadi mitra investor strategis. Ini berasal dari negara di kawasan Asean, Eropa, dan Asia Timur,” kata Armand.

Melalui skema itu, kata Armand, AP II dan mitra investor strategis akan bergabung dalam perusahaan patungan (joint venture) yang telah disiapkan, yakni PT Angkasa Pura Aviasi. AP II, lanjut dia, akan menerbitkan dokumen request for proposal (RfP) kepada investor yang berminat pada akhir Januari 2020.

Ia mengatakan, dalam RfP tersebut terdapat struktur transaksi kerja sama yang akan dijalankan oleh AP II dan mitra strategis. Diharapkan, seluruh proses pemilihan investor strategis tuntas pada Juli 2020.

“Yang jelas, mitra investor strategis harus memiliki kemampuan dan pengalaman global di sektor kebandaraan, termasuk aspek operasional dan bisnis. Investor harus mampu menaikkan lalu lintas penumpang dan penerbangan, serta secara finansial bisa memberikan pendanaan dalam jangka waktu panjang,” tuturnya.

Kapasitas terminal penumpang di Bandara Kualanamu saat ini mencapai 8 juta penumpang per tahun. Pengembangan lebih lanjut ditargetkan menaikkan kapasitas menjadi 17 juta penumpang per tahun pada 2024. Kapasitas akan terus digenjot hingga menjadi 22 juta penumpang pada 2030.

Selain terminal, area pergudangan kargo juga diperluas dari 13.000 meter persegi menjadi 27.318 meter persegi. Hal ini dilakukan untuk mendorong Bandara Kualanamu menjadi salah satu hub kargo terbesar di Indonesia bagian barat.

Dongkrak Industri dan Pariwisata

Tiga Bandara Rp 14,3 Triliun Ditawarkan kepada Tiga Investor
Ketua INACA Denon Prawiraatmadja (tengah)

Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja mengatakan, pihaknya meyakini proyek kerja sama investasi tiga bandara tersebut dapat kembali mendongkrak pertumbuhan industry penerbangan dan pariwisata yang saat ini tengah menurun.

Denon Prawiraatmadja menuturkan, pembangunan maupun pengembangan bandara-bandara tersebut akan meningkatkan kapasitas terpasang, sehingga kesempatan industry penerbangan untuk terus tumbuh akan semakin terbuka lebar.

“Tentu, pengembangan bandara dapat mendukung industri penerbangan nasional. Kalau banyak bandara dibangunberarti akan menambah rute bagi perusahaan penerbangan,” ungkap Denon saat dihubungi Investor Daily, Jakarta, Jumat (27/12).

Denon menegaskan, pihaknya sangat mendukung ketiga bandara itu dikolaborasikan bersama dengan badan usaha lain, baik swasta nasional maupun asing. Pasalnya, selain bakal ada peningkatan kapasitas maupun pelayanan, kehadiran swasta dapat membantu pendanaan pemerintah maupun BUMN, sehingga anggaran mereka dapat dialihkan ke pengembangan bandara di daerah lain.

Menurut dia, ketiga bandara itu juga mempunyai potensi yang bagus, yang dapat menarik banyak calon investor. Bandara Sam Ratulangi dan bandara di Singkawang misalnya, mempunyai prospek untuk mendukung pertumbuhan pariwisata di daerah masing-masing. Sedangkan Bandara Kualanamu mempunyai posisi yang strategis untuk dijadikan hub di bagian barat Indonesia.

“Dengan dikembangkan bersama swasta, hal ini diharapkan akan ada peningkatan kunjungan wisatawan dan peningkatan kompetensi pelayanan bandara. Kualanamu sebagai hub baru di barat juga lokasinya memang lebih strategis dibanding harus ke Jakarta,” imbuh Denon.

Bisnis Menarik

Tiga Bandara Rp 14,3 Triliun Ditawarkan kepada Tiga Investor
Arista Atmadjati, Direktur Aiac Aviation Jakarta, Direktur Majalah Cargo Indonesia

Pengamat penerbangan Arista Atmadjati menilai, bandara-bandara di Indonesia sangat menarik bagi investor, karena rasio penumpang di Tanah Air yang naik pesawat masih rendah bila dibandingkan dengan jumlah penduduk. Jumlah penduduk Indonesia saat ini sekitar 262 juta, sedangkan jumlah penumpang pesawat setiap tahunnya sekitar 120 juta penumpang.

“Jumlah penumpang pesawat setiap tahunnya sekitar 120 juta. Artinya, jumlah penumpang pesawat di Indonesia ini masih bisa terus didongkrak dengan menyediakan kapasitas yang memadai, seperti pembangunan prasarana maupun pengadaan sarana,” tutur Arista.

Selain itu, lanjut Arista, bandarabandara di Indonesia ini sangat menarik investor karena menjadi pintu masuk ke destinasi-destinasi wisata yang bukan hanya dilirik oleh turis domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara.

Dengan adanya peningkatan kapasitas maupun pelayanan di bandara-bandara itu, diharapkan lalu lintas wisatawan dalam dan luar negeri juga bisa bertambah di masing-masing daerah cakupan layanan bandara.

“Bandara kita ini menarik karena juga sebagai entry point ke destinasi wisata. Ini misalnya Bandara Komodo pintu masuk ke Labuan Bajo, Bandara Sam Ratulangi ke Bunaken ataupun Likupang, dan Bandara Silangit ke Danau Toba,” ujar Arista.

Labuan Bajo

Tiga Bandara Rp 14,3 Triliun Ditawarkan kepada Tiga Investor
Labuan Bajo. Foto: IST

Lebih jauh, Arista Atmadjati mengungkapkan, pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo bisa menjadi model untuk mendukung pengembangan pariwisata. Pasalnya, pemerintah bisa bekerja sama dengan swasta sehingga anggaran negara bisa dialokasikan untuk tempat lain.

“Bandara Labuan Bajo dulunya dari hanya bisa didarati pesawat narrow body, nanti bisa didatangi pesawat wide body. Hal ini berarti akan terjadi peningkatan arus penumpang ke Labuan Bajo,” ungkap Arista.

Denon juga mengungkapkan, Labuan Bajo merupakan tujuan wisata unggulan, sehingga pengelolaan bandara di daerah tersebut mempunyai daya tarik tinggi. Diharapkan, kunjungan turis domestik maupun mancanegara akan semakin meningkat dengan adanya pengembangan Bandara Komodo.

Tiga Bandara Rp 14,3 Triliun Ditawarkan kepada Tiga Investor
Bandara Komodo, Labuan Bajo. NTT. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Senada Budi Karya menyebutkan, pengembangan Bandara Komodo dilakukan dalam upaya menyukseskan dan menunjang Labuan Bajo sebagai salah satu kawasan destinasi pariwisata superprioritas.

“Ini kesempatan untuk (mendatangkan) turis-turis yang selama ini lewat ke Singapura dulu jadi langsung ke Labuan Bajo. Jadi, saya pikir itu poin yang paling penting,” ujar Budi Karya.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti memastikan, sebagai penanggung jawab proyek, Kementerian Perhubungan akan mempercepat persiapan pengerjaan Bandar Udara Komodo sesuai tahapan yang telah ditentukan.

“Kemenhub akan terus berupaya untuk mempercepat pengerjaan proyek bandara sesuai tahapan yang telah kami tentukan. Pembangunan bandar udara di berbagai daerah dapat turut mendongkrak pembangunan perekonomian melalui pengembangan sektor unggulan di daerah,” imbuh Polana, Jumat lalu.

Tiga Bandara Rp 14,3 Triliun Ditawarkan kepada Tiga Investor
Luhut B Pandjaitan. Foto: IST

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sebelumnya, Labuan Bajo diproyeksikan menjadi calon lokasi pertemuan KTT APEC atau KTT G20 pada 2023.

“Saya mungkin lusa (Jumat, 27/12) mau pergi lihat Labuan Bajo. Saya mau lihat, kita berharap ya mudah-mudahan bisa jadi ya itu (Labuan Bajo) untuk APEC atau G20 Meeting, sesuai perintah Presiden,” kata Luhut Pandjaitan di Jakarta, Rabu (25/12). (tm/ant/en)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Finance 18 menit yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 30 menit yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 31 menit yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 4 April 2026, Cek Rinciannya

Berikut adalah daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat pada Sabtu, 4 April 2026
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: BBCA Diborong Asing hingga Harga Emas Antam (ANTM) Runtuh

Berita populer dalam 24 jam terakhir, mulai dari BBCA diborong asing hingga harga emas Antam (ANTM) runtuh
Market 3 jam yang lalu

Harga CPO Melejit, Tren Naik Berlanjut

Harga CPO di Bursa Malaysia melejit, lanjutkan tren naik 5 pekan, didorong minyak nabati global dan lonjakan harga energi

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia