Jumat, 15 Mei 2026

Faktor Teknikal Rebound, Wamenkeu Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Baik

Penulis : Triyan Pangastuti
21 Mar 2022 | 13:59 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Sumber: BSTV
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Sumber: BSTV

JAKARTA, investor.id - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara memproyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I masih akan cukup baik.

Meski tidak menyebutkan angka proyeksinya, Suahasil menegaskan bahwa 0ptimisme ini didukung faktor pemulihan ekonomi yang makin menguat dan adanya faktor teknikal rebound, karena pada kuartal I tahun lalu pertumbuhan ekonomi tercatat mengalami kontraksi 0,74% (yoy).

“Pertumbuhan ekonomi kuartal I diharapkan akan cukup baik, karena kita berangkat dari pertumbuhan ekonomi kuartal I setahun lalu yang minus 0,74% (yoy). Jadi tahun ini moga-moga masih dapatkan kombinasi dorongan pemulihan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi, karena tahun lalu (kuartal I) masih negatif jadi teknikal rebound masih bisa didapatkan,”tuturnya dalam DBS Asian Insights Conference 2022, Senin (21/3).

ADVERTISEMENT

Meski Indonesia masih dihadapkan pada Covid-19 varian Omicorn dengan tren kasus aktif yang saat ini sudah menurun, Suahasil menegaskan prospek pemulihan ekonomi di tahun ini terus berlangsung kuat, karena pemerintah terus mempercepat vaksinasi dan masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Dengan mobitas lebih baik dan interkasi lebih intens kami bisa liat pemulihan eko ini kita lakukan 2 tahun terakhir sehingga up and down dari Covid-19. Varian Omicorn berpotensi membatasi pemulihan, namun kita bersyukur, interaksi dan mobilitas ekonomi tidak terlalu terdampak selama kasus Omicorn dan ini menjadi landasan yang baik karena terus jalankan protokol kesehatan dan menggenjot vaksinasi,” tegasnya.

Lebih rinci, ia menjelaskan beragam indikator pemulihan yang meningkat, seperti spending index yang berpotensi terus meningkat ditengah momentum Ramadhan dan Idul Fitri pada bulan depan sehingga akan mendorong peningkatan konsumsi

Kedua, indeks keyakinan konsumen yang berada di zona optimistis dengan posisi 113,1, kemudian aktivitas konsumsi, penjualan retail dan eceran juga meningkat didukung oleh geliat mobilitas masyarakat yang naik seiring pelonggaran mobilitas masyarakat di berbagai daerah.

“Aktivitas produksi masih tunjukan perbaikan, dengan purchase manufacturing index di atas 51,2 atau di level ekspansi dan itu sudah terjadi selama enam bulan berturut-turut .Kami yakini dunia usaha melihat situasi covid akan terus membaik jadi mulai lakukan dan tingkatkan intensitas produski dan panjualan itu akan kami terus dorong,”tegasnya.

Kemudian adanya faktor neraca pembayaran Indonesia yang terus menguat didukung transaksi berjaan yang positif dan neraca perdagangan Februari yang mencapai US$ 3,83 miliar pada Februari 2022.

Surplus neraca dagang, kata Suahasil telah terjadi hampir 2 tahun terakhir sehingga ini surplus sebanyak 22 bulan terakhir. Dengan demikian ia berahrap akan terjadi kenaikan kinerja ekspor non migas unggulan Indonesia di tahun ini dengan dukungan faktor kenaikan harga komoditas.

Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2022 tercatat 0,54% sedangkan inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 2,06%.

“Kondisi inflasi masih terkendali, tentu kami harus sangat awas dengan kenaikan harga di tingkat internasional. Adanya potensi importred inflation di samping itu, pemulihan sisi permintaan bagus. Kami akan terus lakukan antisipasi, lakukan kebijakan dan memperlancar pergerakan barang dan jasa untuk mendukung pemulihan ekonomi Indonesia,” katanya

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi yang secara konsisten menujukkan pemulihan, seperti tahun 2020 pertumbuhan ekonomi minus 2,07% (yoy), kemudian meningkat di tahun 2021 menjadi 3,69% (yoy) dan akan kembali meningkat di tahun ini dengan target mencapai 5,2% (yoy).

“Tahun ini kami harapakn bisa 5,2 P sesuai di taret APBN. APBN terus kami kelola sangat flkeisbel dengan responsif jadi bisa dukung pemulihan ekonomi,” tandasnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia