Jumat, 15 Mei 2026

Cadangan Devisa Malah Meningkat di Saat Rupiah Tertekan

Penulis : Nasori / Triyan Pangastuti
7 Jul 2022 | 11:10 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi dolar AS
Ilustrasi dolar AS

JAKARTA, investor.id – Posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Juni 2022 mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya di tengah tekanan yang dialami nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada akhir Juni lalu cadev Indonesia tercatat sebesar US$ 136,4 miliar, lebih tinggi sekitar US$ 800 juta dibandingkan dengan posisi pada akhir Mei 2022 yang sebesar sebesar US$ 135,6 miliar.

“Peningkatan posisi cadangan devisa pada Juni 2022 antara lain dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa,” ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono dalam keterangan tertulisnya yang dipublikasikan pada Kamis (7/7/2022).

Pada 2 Juni silam, Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi yen Jepang (Samurai Bonds) untuk pertama kalinya di 2022 sebesar JPY 81 miliar. Penerbitan Samurai Bonds ke-8 sejak 2015 itu ditujukan untuk pembiayaan defisit APBN 2022, termasuk untuk penanganan Covid-19 dan upaya pemulihan ekonomi nasional.

Sementara itu, akibat sejumlah sentimen, baik domestik maupu global, dalam beberapa hari belakangan nilai tukar rupiah mengalami tekanan dan sempat menembus level psikologis Rp 15.000 per dolar AS. Namun, pada Kamis (7/7/2022) pagi, rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 14 poin atau 0,1% ke posisi Rp 14.985 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan hari sebelumnya di Rp 14.999 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

Menurut Erwin, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. “Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tandas dia.

Ke depan, lanjut Erwin, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.

Editor: Nasori

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia