BI: Pertumbuhan Ekonomi Global 2023 kian Mengecil
JAKARTA, Investor.id - Bank Indonesia memproyeksi pertumbuhan ekonomi lebih rendah pada 2023, sejalan dengan peningkatan ketidakpastian. Sedangkan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini diprediksi mencapai 2,9% (yoy).
"Pertumbuhan ekonomi dunia makin rendah dari proyeksi sebelumnya, karena inflasi tetap tinggi dan inflasi inti cukup tinggi, terutama di negara maju, menyebabkan pasar keuangan global terus menerus diwarnai ketidakpastian. Hasil pengamatan BI, pertumbuhan ekonomi dunia makin turun 2023," tutur Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman dalam Diskusi Publik Memperkuat Sinergi untuk Menjaga Stabilitas Perekonomian, Rabu (28/9).
Pelemahan pertumbuhan ekonomi tahun depan akan dialami Amerika Serikat, Eropa dan Tiongkok seiring masih berlangsung kebijakan zero covid-19 di negara Tirai Bambu.
Tekanan inflasi global semakin tinggi, seiring ketegangan geopolitik, kebijakan proteksionisme yang masih berlangsung serta terjadinya fenomena heatwave di beberapa negara.
"Inflasi negara maju selama ini sangat rendah, namun sekarang di atas 8% akibat terus berlanjutnya geopolitik, yakni tensi Rusia-Ukraina ganggu disrupsi pasokan. Akibat semua harga energi, komoditas naik, berlanjut proteksionime pangan dan adanya heat wave di Negara Tiongkok dan Eropa terus menerus memberi tekanan inflasi"pungkasnya.
Inflasi di negara maju maupun emerging market meningkat tinggi, bahkan inflasi inti berada dalam tren meningkat, sehingga mendorong bank sentral di banyak negara melanjutkan kebijakan moneter agresif.
Menurut Aida, berdasarkan perkembangan terkini, kenaikan Fed Fund Rate yang lebih tinggi dari perkiraan sehingga masih akan meningkat kedepan. Alhasil mendorong semakin kuatnya mata uang dolar AS.
"AS akan terus lanjutkan peningkatan FFR dan ini masih berlangsung tinggi sampai 2023. Kita kenal istilah higher for longer timbulkan ketidakpastian global dan pasar keuangan diikuti Eropa jadi mata uang dolar USD alami peningkatan tertinggi dalam sejarah," tutupnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






