Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu Janji Genjot Sisa Belanja Pusat dan Daerah di Kuartal IV

Penulis : Triyan Pangastuti
29 Sep 2022 | 13:41 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: MADE NAGI/POOL/AFP)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: MADE NAGI/POOL/AFP)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan berjanji akan mengoptimalkan belanja pemerintah pusat dan pemerintah daerah pada kuartal IV-2022 yang mencapai Rp 1.779,12 triliun. Lantaran akselerasi kedua belanja ini belum optimal hingga kuartal III, upaya genjot belanja ini akan digunakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di sisa tiga bulan terakhir tahun ini.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui, penyerapan belanja pemerintah pusat dan daerah hingga Agustus 2022 masih belum optimal karena mayoritas penyerapannya masih dibawah 60%. Alhasil, agar komponen belanja pemerintah dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi tahun ini maka daya serapnya harus didorong.

"Saya akui bahwa kecepatan belanja masih perlu untuk terus diperbaiki dalam tiga bulan kedepan (Oktober-Desember). Kuartal keempat ini akan menjadi tiga bulan, dimana belanja pemerintah pusat dan belanja pemerintah daerah akan diakselerasi," ucapnya dalam UOB Economic Outlook 2023, Kamis (29/9/2022).

ADVERTISEMENT

Secara rinci, penyerapan belanja pemerintah pusat hingga Agustus Rp 1.178,1 triliun atau 51,1% dari pagu Rp 2.301,6 triliun. Artinya masih ada sisa dana dari pemerintah pusat yang harus dioptimalkan sebesar Rp 1.123,5 triliun.

Sementara itu, penyerapan APBD sebesar Rp 534,88 T dari pagu belanja Rp 1.190,50 triliun atau baru terserap 44,9%. Sehingga belanja APBD masih tersisa Rp 655,62 triliun untuk digenjot hingga akhir tahun.

Menkeu menyatakan pihaknya akan menggenjot sisa dana belanja pada tiga bulan terakhir sebagai daya ungkit perekonomian. Begitu pula belanja subsidi dan kompensasi yang akan dibayarkan pemerintah pada bulan Oktober setelah dilakukan verifikasi, karena hingga Agustus realisasi subsidi dan kompensasi baru dibawah Rp 200 triliun dari alokasinya Rp 502,4 triliun.

"You can imagine lebih  40% belanja pemerintah pusat dan daerah akan terkonsentrasi pada 3 bulan terakhir yang akan dibayarkan atau dibelanjakan ke perekonomian. Ini yang akan menyebabkan kuartal IV  government spending akan kuat dan timing  sesuai dengan waktu mulai melemah (disaat banyak negara pertumbuhan ekonomi direvisi melemah)," paparnya.

Dengan demikian, Menkeu optimistis pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun dapat mencapai 5% (yoy). Keyakinan ini sudah tercermin dari penguatan ekonomi yang telah berlanjut dari kuartal II hingga kuartal III dan akan diharapkan berlanjut hingga kuartal IV atau memasuki Oktober.

Adapun berbagai indikator dini yang dipantau pemerintah terus membaik yakni konsumsi yang tercermin dari indeks kepercayaan konsumen yang meningkat, Mandiri Spending Index. Kemudian indikator kinerja manufaktur Indonesia yang masih akseleratif, hingga kinerja ekspor yang masih tumbuh positif.

Disamping itu, Menkeu menilai situasi global tengah mengalami tekanan yang meningkat didorong oleh lonjakan inflasi yang tinggi dan langkah Bank Sentral di sejumlah negara yang menaikkan suku bunga acuannya.

"Banyak negara pertumbuhan ekonominya direvisi melemah atau menurun, kita masih menanjak. Ini menunjukkan di 2022 secara keseluruhan kita mungkin masih bisa menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5% (yoy)," pungkasnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia