Jumat, 15 Mei 2026

Ekonomi Indonesia Makin Membaik, Paling Tinggi Diantara Negara Anggota G20

Penulis : Aris Cahyadi
30 Sep 2022 | 13:01 WIB
BAGIKAN
Presiden Jokowi pada acara United Overseas Bank (UOB) Economic Outlook 2023 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (29/9/2022).
Presiden Jokowi pada acara United Overseas Bank (UOB) Economic Outlook 2023 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

JAKARTA, investor.id – Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menunjukkan tren bagus usai dihantam pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga tahun 2022 berada di kisaran 5,4% sampai 6%, di atas angka kuartal II yang sebesar 5,44%.

“Perkiraan saya ekonomi akan tumbuh di kuartal ketiga ini 5,4% sampai 6%, mestinya saya ini pegang angka. Saya bertanya ke menteri, saya cek ke lapangan juga, menurut saya akan tumbuh di atas yang kuartal kedua,” kata Presiden Jokowi pada acara United Overseas Bank (UOB) Economic Outlook 2023 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Presiden Jokowi pun optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia terus positif karena didukung beberapa indikator, yakni kepercayaan konsumen yang meningkat ke angka 124,7 dibandingkan 123 pada Juli 2022.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini adalah yang tertinggi bila dibandingkan dengan negara-negara anggota forum G20. Pertumbuhan ekonomi di kuartal II menyentuh 5,44%. Artinya, ini mengindikasikan pemulihan ekonomi di tanah air terus berjalan.

ADVERTISEMENT

“Jadi kalau saya disuruh memperkirakan kuartal II bisa tumbuh 5,44% (year on year/yoy), coba dicari negara G20 yang tumbuh di atas 5%. Kita ini tertinggi loh di G20,” ujarnya.

Dengan pencapaian itu, Presiden mengajak seluruh pihak optimistis untuk melanjutkan tren pemulihan ekonomi Indonesia. Lanjut Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, Indonesia menghadapi tantangan global yang tidak mudah, namun selalu mendapat jalan untuk mengatasi setiap masalah. “Yang kita hadapi bukan barang gampang, bukan mudah, tapi harus tetap optimis,” ucapnya.

Presiden Jokowi menjelaskan, kondisi ekonomi global saat ini sedang sulit, dan bahkan negara-negara maju juga mengalami gejolak ekonomi yang cukup besar, dari masalah ketahanan pangan, krisis energi hingga pada gejolak finansial.

Namun, Indonesia tetap mampu melewati ancaman tersebut dan mampu menjaga pemulihan ekonomi yang sedang berjalan. Dengan kondisi ini, Jokowi yakin betul ekonomi Indonesia akan terus kuat ke depan.

Beberapa indikator pemulihan ekonomi Indonesia, kata Jokowi antara lain, pendapatan negara yang telah tumbuh 49% atau Rp 1.764 triliun, diantaranya adalah penerimaan pajak hingga Rp 1.171 triliun atau bertumbuh 58%.

“Penerimaan bea dan cukai Rp 206 triliun atau tumbuh 30,5% tumbuhnya sangat melompat. Kemudian realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 386 triliun atau tumbuh 38,9%,” paparnya.

Selain itu, optimisme konsumen juga masih tinggi karena Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) tercatat di 124,7. Kredit perbankan juga telah tumbuh hingga 10,7%. Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia mencetak surplus dalam 28 bulan berturut-turut yakni sebesar US$ 5,7 miliar. “Ini gede banget loh angka ini surplus-nya. PMI (Prompt Manufacturing Index) manufaktur kita angkanya 51,7 di atas global,” jelasnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia