Jumat, 15 Mei 2026

Jaga Ekonomi Tumbuh 5%, Erick Thohir: Potensi Ekonomi Digital Perlu Dieksplor

Penulis : Muawwan Daelami
11 Okt 2022 | 16:26 WIB
BAGIKAN
Menteri BUMN Erick Thohir saat Investor Daily Summit 2022, di Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2022. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Menteri BUMN Erick Thohir saat Investor Daily Summit 2022, di Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2022. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id - Menteri BUMN Erick Thohir mengajak para pemain di sektor ekonomi digital untuk mengeksplor potensi ekonomi digital. Cara ini sekaligus untuk memastikan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% dapat tercapai.

Menurut Erick, ekonomi digital Indonesia merupakan potensi luar biasa yang turut memastikan ekonomi Indonesia dapat tumbuh sebesar 5% di setiap tahunnya. Sebab, ekonomi digital Indonesia mencapai Rp 4.500 triliun atau mewakili 40% dari ekonomi digital di Asia Tenggara.


"Jadi, sampai kapan, kita sebagai bangsa hanya menjadi penonton bukan menjadi bagian dari yang mengeksplor industri ini. Itulah kenapa saya yakin, digital ekonomi adalah pertumbuhan yang sangat potensial yang tidak boleh dinomorduakan," ucap Erick saat menjadi pembicara kunci di Investor Daily Summit 2022, di JCC, Jakarta,  Selasa (11/10/2022).

Karena itu, Kementerian BUMN terus mendorong perusahaan rintisan atau startup untuk membuka peluang bagi banyak pihak untuk berinvestasi. Itulah mengapa, BUMN juga membentuk lima perusahaan dana patungan yang terdiri dari Telkom, Telkomsel, Mandiri, BRI, dan BNI untuk berinvestasi di startup.

ADVERTISEMENT

"Kurang lebih 230 startup dan dari data-data yang kita punya return investment-nya masih bagus. Uang yang kita taruh dapat kembali dua sampai tiga kali," kata Erick.

Ia mengakui, banyak tantangan yang dihadapi oleh para startup sehingga banyak di antara mereka yang berhasil, namun tidak sedikit pula yang gagal. Namun menurut Erick, startup yang gagal lebih dikarenakan market dan teknologi yang digunakan tidak tepat dan akibat minimnya pendanaan.

"Di sinilah, kita coba hadir. Tetapi kita juga mendorong bagaimana kalau kita sudah punya unicorn, kita juga harus berani mengambil posisi di sunicorn. Artinya startup kita yang sudah menuju unicorn," ucapnya.

Pada posisi yang sama, Kementerian BUMN juga mengambil posisi untuk meluncurkan Merah Putih Fund karena pemerintah ingin memastikan agar startup buatan Indonesia beroperasi di tanah air.  

"Jangan hanya Indonesia jadi market, tetapi kita harus menjadi bagian dari ekosistem. Karena itu, harus ada take and give," tukasnya.

Melalui Merah Putih Fund, Erick juga ingin memastikan agar startup-startup di Indonesia memiliki benang merah. Artinya, founder startup itu merupakan orang Indonesia, kemudian beroperasinya di Indonesia dan go public di Indonesia.

"Harus menjadi bagian ekosistem juga pertumbuhan ekonomi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang di mana sekarang 60% adalah ritel. Dan menarik juga mayoritas investasi ritel ini anak-anak dengan usia di bawah 30 tahun. Inilah ekosistem yang harus kita dukung," pungkas Erick.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia