Jumat, 15 Mei 2026

Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Bergantung Pengendalian Pandemi

Penulis : Nasori
11 Okt 2022 | 19:32 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima cindera mata dari Executive Chairman B Universe Enggartiasto Lukita  usai berbicara pada acara BNI Investor Daily Summit (BNIIDS) 2022 digelar di Jakarta Convention Center. (ist)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima cindera mata dari Executive Chairman B Universe Enggartiasto Lukita usai berbicara pada acara BNI Investor Daily Summit (BNIIDS) 2022 digelar di Jakarta Convention Center. (ist)

JAKARTA, investor, id – Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai target 5,2% pada 2022, dan diproyeksikan 5,3% pada 2023. Namun, realisasi target pertumbuhan ini akan sangat bergantung kepada pengendalian pandemi, respons kebijakan ekonomi yang tepat, dan reformasi struktural.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, di tengah fluktuasi kondisi perekonomian dan gejolak geopolitik global saat ini, kondisi perekonomian nasional masih mampu memperlihatkan tren penguatan pada berbagai leading indicator.

“Meski berbagai tantangan silih berganti, patut disyukuri bahwa ekonomi Indonesia (juga) mampu tumbuh 5% selama tiga kuartal berturut-turut, termasuk di kuartal II-2022,” ujar Airlangga pada acara BNI Investor Daily Summit 2022 dengan tema Optimism in Uncertainty yang dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Ia menambahkan, meski masih dibayangi dampak lanjutan dari second round effect akibat dorongan kenaikan harga komoditas di tengah upaya pemulihan ekonomi saat ini, capaian penguatan fundamental ekonomi terus berlanjut. Ini ditopang oleh extra effort pemerintah untuk mengelola stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat.

ADVERTISEMENT

Airlangga menerangkan, penguatan ekonomi nasional tersebut terlihat dari adanya peningkatan beberapa indikator pada kuartal I-2022, seperti indikator utama sektor riil yang kian solid dengan adanya pertumbuhan positif dari penjualan ritel dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).

“Indikator sektor eksternal juga relatif terkendali dengan adanya surplus neraca perdagangan, tingginya cadangan devisa, dan rasio utang yang berada pada level aman,” papar Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga juga menuturkan bahwa peningkatan terjadi pada sektor penanaman modal kuartal II-2022 dengan realisasi mencapai Rp 302,2 triliun dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 320.534 tenaga kerja. Capaian investasi tersebut berasal dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 163,2 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 138 triliun.

“Tingkat resiliensi Indonesia cukup tinggi dan relatif lebih kuat. Kami pun masih mencermati capital flow dari sisi ekuitas masih pada posisi net inflow karena kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Namun saat ini, Indonesia masih harus mewaspadai risiko kenaikan inflasi,” jelas Airlangga.

Terkait dengan inflasi, ia menyebutkan, inflasi pada bulan September 2022 yang terjadi akibat kenaikan sejumlah harga barang telah mampu diatasi dengan adanya penurunan harga komoditas hortikultura yang turut menjadi shock absorber bagi penanganan inflasi pada sektor pangan.

Program PEN

Adapun beragam capaian positif ekonomi tersebut menjadi wujud konkret dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang telah dilakukan pemerintah dengan mengalokasikan Rp 455,6 triliun pada 2022 guna penanganan kesehatan, perlindungan sosial, serta penguatan pemulihan ekonomi.

“Program ini akan kembali ke tujuan awalnya di 2023 dengan ditargetkan defisit APBN kurang dari 3%, dan anggaran Program PEN akan dimasukkan ke kementerian/lembaga masing-masing sesuai kebutuhannya,” ujar Airlangga.

Guna menjaga momentum peningkatan ekonomi yang berkelanjutan tersebut, Pemerintah akan terus berkomitmen melakukan berbagai upaya melalui strategi transisi aktivitas ekonomi dari pandemi ke endemik, implementasi UU Cipta Kerja guna mendorong terbentuknya OSS RBA, Indonesia Investment Authority (INA), bank tanah sebagai infrastruktur nasional, percepatan digitalisasi, pemberantasan kemiskinan ekstrem, hingga hilirisasi industri berbasis ekonomi hijau.

“Saya mengajak kita bersama-sama menjaga dan mengakselerasi momentum pertumbuhan dengan mendorong investasi, dan terus mendukung kebijakan Pemerintah sehingga mampu mewujudkan pemulihan ekonomi nasional untuk tumbuh lebih cepat,” pungkas Airlangga.

Editor: Nasori

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia