Kadin: Iklim Investasi Indonesia Semakin Membaik
JAKARTA, Investor.id –Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa iklim investasi di Indonesia sudah semakin menarik, bahkan setelah berhasil melewati dua tahun pandemi.
Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia Bobby Gafur Umar menilai, iklim investasi di Indonesia sudah membaik. Hal ini dilihat dari regulasi yang bisa mendukung penerapan investasi seperti Omnibus Law. Dia menerangkan, peraturan baru ini bisa memotong proses birokrasi yang panjang dalam proses investasi menjadi sederhana. Ditambah lagi, terdapat 270 juta penduduk di Tanah Air yang dapat membuat negara ini menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia.
"Dengan memperbaiki regulasi, kita juga memperbaiki infrastruktur. Kami meningkatkan itu untuk menurunkan biaya logistik, memberikan insentif kepada investor, Indonesia menjadi sangat-sangat menarik," ujar Bobby pada BNI Investor Daily Summit Indonesia 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (12/10/2022).
Dia bahkan menyebutkan, beberapa tahun yang lalu relokasi bisnis dari Tiongkok banyak menuju Vietnam dan negara lain di Asia Tenggara. Namun sekarang, Indonesia telah menjadi prioritas tujuan relokasi tersebut.
Bobby memaparkan, tahun ini Indonesia menunjukkan kinerja ekonomi yang sangat bagus, setelah berhasil melewati gejolak pandemi dalam dua tahun terakhir. "Jadi Kadin melihat, berdasarkan semua angka ekonomi, kita masih bisa menjadi salah satu pemasok di dunia karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah," tambah dia.
Meski begitu, Bobby mengagatakan sejauh ini Indonesia baru memaksimalkan komoditas seperti batu bara dan crude palm oil (CPO) sebagai bahan baku. Menyadari hal ini, Pemerintah Indonesia mengubah kebijakan secara drastis di luar kebiasaan dengan menumbuhkan industri hilir, demi meningkatkan ekonomi negara.
Dengan mengubah bahan baku menjadi produk bernilai tambah tinggi, lanjut dia, ekspor produk nikel pada akhir Agustus 2022 meningkat menjadi US$ 8,7 miliar dari US$ 1,1 miliar sekitar enam tahun yang lalu.
"Peningkatan itu luar biasa. Jadi kita bergerak ke arah yang benar. Bagaimana kita bisa mempercepat dan memberi nilai ekonomi dengan mengolah bahan baku untuk mendapatkan kapasitas nasional yang lebih produktif," sambung Bobby.
Untuk dapat bertahan dalam jangka pendek hingga menengah, dia berpesan agar Indonesia memperbesar dan menjaga pertumbuhan pasar domestik. Salah satunya dengan membeli produk dalam negeri, mensubstitusi produk dengan manufaktur lokal. Hal ini telah didukung pemerintah dengan kewajiban membelanjakan 40% APBN atau APBD untuk produk lokal, demi menciptakan percepatan pasar domestik yang semakin besar.
Terakhir, Bobby menyebutkan pemerintah telah memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan melibatkan kemitraan bersama perusahaan besar. Sebab, 90% ekonomi Indonesia berasal dari UMKM.
Pada saat bersamaan, dijalankan pula peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia untuk mendukung perkembangan industri dan perekonomian. Sebab, upaya mendorong UMKM naik kelas, membutuhkan mitra yang bisa melakukan penelitian dan pengembangan.
"Semua faktor ciptakan iklim yang baik bagi investor untuk datang ke Indonesia. Sekali lagi, kita tidak bisa sendiri untuk mengembangkan ekonomi kita, Kadin telah berperan besar untuk mengundang teknologi dan dana yang luas untuk mendatangkan investor asing Indonesia. Semoga kita bisa bertahan dan bisa melanjutkannya. Indonesia merupakan salah satu indikator ekonomi unggulan," tutup dia.
Editor: Leonard
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






