Jumat, 15 Mei 2026

IMF Sebut Indonesia Titik Terang di Tengah Kesuraman Ekonomi Dunia

Penulis : Lenny Tristia Tambun
19 Okt 2022 | 12:07 WIB
BAGIKAN
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva berbicara di Pleno Pertemuan Tahunan 2022 selama pertemuan tahunan IMF/ Bank Dunia 2022 pada 14 Oktober 2022 di Washington, Amerika Serikat. (Foto: Brendan Smialowski / AFP)
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva berbicara di Pleno Pertemuan Tahunan 2022 selama pertemuan tahunan IMF/ Bank Dunia 2022 pada 14 Oktober 2022 di Washington, Amerika Serikat. (Foto: Brendan Smialowski / AFP)

JAKARTA, investor.idManaging Director IMF Kristalina Georgieva mengatakan, negara Indonesia adalah titik terang di tengah kesuraman ekonomi dunia. Kondisi ini diyakini dapat meningkatkan kepercayaan global kepada Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 tahun 2022 di Kabupaten Tangerang, Rabu (19/10/2022).

“Minggu yang lalu, Managing Director IMF mengatakan bahwa Indonesia adalah titik terang di tengah-tengah kesuraman ekonomi dunia. Ini yang ngomong bukan kita loh ya, Kristalina, Managing Director IMF. Titik terang di antara kesuraman ekonomi dunia,” kata Jokowi.

ADVERTISEMENT

Jokowi sendiri merasa senang mendengar pernyataan dari IMF tentang Indonesia. Ia mengharapkan semakin banyak lembaga-lembaga internasional yang mengatakan hal sama dengan IMF. Sehingga tingkat kepercayaan global kepada Indonesia semakin baik lagi.

“Kan bagus kalau banyak yang menyampaikan seperti itu. Sehingga kepercayaan global terhadap kita semakin baik,” ujar Jokowi.

Kendati demikian, Jokowi mengingatkan tetap harus hati-hati dalam menghadapi situasi ekonomi dunia yang masih suram. Apalagi, tiga hari lalu, Kristalina menyampaikan sudah ada 16 negara yang menjadi pasiennya IMF, sedangkan 28 negara sedang mengantri bantuan IMF.

“Karena memang kita harus hati-hati. Tiga hari yang lalu, Kristalina, Managing Director IMF mengatakan ada 16 negara sudah menjadi pasiennya IMF. 16 negara. 28 negara mengantri di depan pintu IMF. Bayangkan,” tukas Jokowi.

Karena itu, lanjut Jokowi, Indonesia patut bersyukur karena pertumbuhan ekonomi masih di angka 5,44%. Ia meyakini pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III tahun 2022 masih tumbuh di atas 5% atau di atas 5,44%.

“Karena angka-angka yang kita lihat, neraca dagang kita bulan lalu masih surplus 5,7. Kredit tumbuh 10,7%, indeks kepercayaan konsumen masih di angka 124,7%. Semuanya masih pada kondisi yang baik-baik,” terang Jokowi.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia