Jumat, 15 Mei 2026

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tahun ini Capai 5,2%

Penulis : Triyan Pangastuti
19 Okt 2022 | 14:20 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia Perry (Ist)
Gubernur Bank Indonesia Perry (Ist)

JAKARTA, Investor.id - Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 bisa di atas 5% year on year/yoy atau lebih tepatnya di 5,2% (yoy). Proyeksi ini masih masuk dalam kisaran target sasaran BI yang sebesar 4,5-5,3% yoy.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, faktor penopang sumber pertumbuhan ekonomi pada tahun ini masih akan didorong oleh konsumsi rumah tangga dan juga kinerja ekspor.

“Kinerja ekspor dan konsumsi dalam negeri terus mendukung pemulihan ekonomi. Apalagi, 2/3 pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi rumah tangga,” terang Perry dalam Seminar Nasional DPR RI, Rabu (19/10/2022).

ADVERTISEMENT

Ia meminta semua pihak untuk terus bersyukur atas kondisi ekonomi dalam negeri yang lebih baik dibandingkan negara lain maupun global. Bahkan kuatnya ekonomi domestik juga diakui dalam Sidang IMF dan FMCBG G20 pekan lalu.

"Kita patut bersyukur ekonomi Indonesia punya kinerja ekonomi  cukup bagus dan berbagai indikator ekonomi kita. Pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi dari dunia dan lebih tinggi dari negara berkembang," ucapnya.

Sedangkan 2023, Perry menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh di level 4,6% yoy hingga 5,3% yoy, dengan titik tengah sekitar 5% yoy. Proyeksi ini lebih baik dibandingkan ekonomi global yang tahun depan diperkirakan tumbuh 2,6% dan Tiongkok 4,5%.

Dengan demikian, kunci untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dalam negeri adalah memperkuat sumber pertumbuhan, yaitu konsumsi rumah tangga dengan menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi.

Lebih lanjut, Perry juga berkomitmen membantu pemerintah dalam mendorong kinerja ekspor, dengan melakukan hilirisasi. Di tengah normalisasi harga komoditas andalan ekspor Indonesia, maka langkah ini akan tetap memperkuat kinerja ekspor.

Selain itu, Perry juga akan memperkuat berbagai sektor prioritas. Salah satunya, dengan mendukung pembiayaan terhadap 46 sektor prioritas, termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan usaha perempuan maupun anak muda.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia