Wamenkeu: 2023 Belanja Negara akan Diefisienkan
JAKARTA, Investor.id- Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyebut mengefisienkan belanja negara akan ditempuh untuk merealisasikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali dibawah 3% pada tahun depan.
Ia mengatakan pagu anggaran belanja negara tahun depan Rp 3.061 triliun dapat lebih diefisienkan, untuk mendorong konsolidasi fiskal. Namun belanja akan tetap diarahkan untuk melindungi perekonomian.
"Belanja negara akan diefisienkan untuk menuju konsolidasi fiskal namun efisiensi belanja harus tetap diarahkan untuk melindungi perekonomian dengan belanja kesehatan,menjaga masyarakat dan melindungi perekonomian. Ini jadi dua jenis belanja sangat penting," ucapnya dalam Simposium Nasional Keuangan Negara, Rabu (26/10/2022).
Menurutnya, peran APBN dalam perekonomian Indonesia sangat penting dan tidak lepas dari kondisi ekonomi dunia seiring gejolak ekonomi global yang sangat serius. Pertama, pandemi Covid-19 yang akan berakhir yang berdampak positif dengan meningkatnya kegiatan ekonomi. Hal ini pun berdampak pada peningkatan harga-harga di perekonomian yang mendorong naiknya inflasi.
Sehingga naiknya inflasi ini telah direspon melalui peningkatan suku bunga acuan oleh sejumlah Bank Sentral sejumlah negara termasuk Indonesia.
"Jika terjadi inflasi maka otoritas moneter akan melakukan kebijakan yang diarahkan untuk tangani inflasi atau stabilitas harga, biasanya dilakukan dengan mengurangi likuiditas melalui peningkatan suku bunga acuan,” paparnya.
Adapun dengan perekonomian yang mulai pulih setelah terdampak Covid-19, penerimaan negara, menurutnya, juga mulai meningkat. Hal ini tercermin dari realisasi pendapatan negara pada September 2022 yang tumbuh 45,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Disisi lain, belanja pemerintah tetap tumbuh mencapai 5,9% secara tahunan pada September 2022. Akselerasi belanja akan digunakan untuk memastikan kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi terus terjaga.
Dengan demikian, pemerintah berkomitmen menjaga pertumbuhan ekonomi melalui penguatan koordinasi antara pengambil kebijakan fiskal dengan moneter, otoritas jasa keuangan dan lembaga penjamin simpanan atau dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Koordinasi juga diperlukan di tengah tantangan perekonomian global yang meningkat
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






