Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Berkontribusi Hingga US$ 50 Juta untuk Pandemic Fund

Penulis : Arnodus Kristianus
13 Nov 2022 | 08:06 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers 2nd Joint Finance and Health Minister Meeting di Hotel Mulia Resort, Nusa Dua pada Sabtu (12/11) malam. Dari kiri ke kanan: Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers 2nd Joint Finance and Health Minister Meeting di Hotel Mulia Resort, Nusa Dua pada Sabtu (12/11) malam. Dari kiri ke kanan: Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

NUSA DUA,investor.id - Pemerintah Indonesia berpartisipasi sebesar US$ 50 juta dalam dana untuk penanganan pandemi (pandemic fund). Sebagai presidensi G20 tahun 2022, Indonesia memimpin Satgas Gabungan Keuangan dan Kesehatan (Join Health Finance Minister Meeting/JFHMM) yang berisi menteri keuangan dan menteri kesehatan dari negara anggota G20.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan angka US$ 50 juta ini memang jauh di atas dari share Indonesia dalam ekonomi dunia. Namun hal ini menjadi wujud komitmen Indonesia yang ssedang menjabat sebagai presidensi G20.

“Komitmen dari Presiden Joko Widodo adalah membuat mekanisme dan fund, sehingga bisa mempercepat dan mendukung memberikan dukungan kredibel kepada persiapan pandemi. US$ 50 juta komitmen dari Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers 2nd Joint Finance and Health Minister Meeting di Hotel Mulia Resort, Nusa Dua pada Sabtu (12/11) malam.

ADVERTISEMENT

Seluruh negara anggota G20 meminta tata kelola dari dana ini harus lebih inklusif serta memberikan perhatian kepada negara-negara berpendapatan terendah dan negara-negara berkembang terkait dengan pengembangan kapasitas untuk kesiapsediaan pandemi. Menurut Menkeu ini menjadi komitmen yang sangat baik dan konkrit.

“Ini deliverables yang sangat baik dan sangat konkrit. Menunjukan komitmen yang kuat dan kolaborasi dari semua negara anggota G20 yang didukung oleh organisasi internasional dan komitmen yang berasal dari banyak organisasi filantropi,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan dari kajian yang dilakukan untuk penanganan pandemi dibutuhkan dana US$ 10 miliar. Saat ini telah terkumpul dana sebesar US$ 1.4 miliar untuk penanganan pandemi. 20 negara donor dan tiga filantropi mengumumkan kesediaannya masuk dalam penggalangan “pandemic fund” dengan total senilai US$ 1,4 miliar. Negara donor tersebut adalah Australia, Canada, Komisi Eropa, Perancis, Jerman, China, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Selandia Baru, Norwegia, Afrika Selatan, Singapura, Inggris, Spanyol, Amerika Serikat dan UEA. Selanjutnya tiga filantropi, yaitu The BIll & Melinda Gates Foundation, The Rockefeller Foundation, dan Wellcome Trust.

“Kami sudah menerima tiga negara lagi yang menyampaikan bahwa mereka akan berkontribusi termasuk Australia, Prancis, dan Saudi Arabia. Mereka akan mengumumkan jumlahnya pada pertemuan pemimpin-pemimpin G20. Jadi kita sudah mengharapkan kontribusi totalnya akan lebih dari US$ 1,4 miliar,” kata Sri Mulyani.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya sinergi antara sektor finansial dan keuangan. Sebab dalam 20 tahun terakhir pandemi memberikan dampak besar ke perekonomian. Misalnya pada tahun 2003 terjadi wabah flu burung memberikan dampak terhadap ekonomi US$ 50 miliar. Wabah ebola di tahun 2014 memberikan dampak ekonomi hingga US$ 50 juta.

“Hal ini sudah menyebabkan dampak ekonomi yang sangat bes sekali, ini alasan G20 saat dibentuk tahun 2008 yang pada awal sepenuhnya adalah permasalahan ekonomi sekarang juga memperhatikan permasalahan kesehatan. Alasannya adalah krisis kesehatan membawa dampak ekonomi yang sangat signifikan secara global,” ucap Budi.

Dia mengatakan arsitektur kesehatan global tidak secanggih arsitektur keuangan global. Menurut Budi belum ada struktur yang memadai dalam arsitektur kesehatan dunia, oleh karena itu dalam momentum sebagai Presidensi G20 Indonesia mengajak negara lain untuk mereplikasi arsitektur keuangan global.

“Kami juga memutuskan untuk membuat gugus tugas kesehatan dan keuangan sehingga kita bisa menginstitusionalkan dan replikasi dari arsitektur keuangan global ke arsitektur kesehatan global. Indonesia ingin mereplikasi sistem tersebut dengan membuat pandemic fund yang bisa memainkan peran penting sebagai salah satu pilar penting dalam arsitektur kesehatan global,” kata Budi. (ark)

Caption Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers 2nd Joint Finance and Health Minister Meeting di Hotel Mulia Resort, Nusa Dua pada Sabtu (12/11) malam. Dari kiri ke kanan: Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 21 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia