Kepemilikan Asing di SBN Terus Berkurang, Jokowi Senang
JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, porsi kepemilikan asing di surat berharga negara (SBN) atau non-residen terus menurun. Penurunan ini sejalan dengan upaya pemerintah yang berani melakukan reformasi struktural agar tidak membahayakan ekonomi makro di Indonesia, termasuk soal SBN.
"Porsi SBN saat itu 38,5% dikuasai asing. Sekarang tinggal 14,8% yang dikuasai asing," ucap Jokowi dalam Outlook Perekonomian Indonesia 2023, Menjaga Resiliensi melalui Transformasi Struktural, Rabu (21/12/2022).
Ia menegaskan, kepemilikan asing yang menurun berdampak positif terhadap pasar keuangan dalam negeri, karena tidak mudah terguncang ketika terjadi aliran modal asing keluar (capital outflow).
"Karena kalau masih dikuasai asing begitu goyah sedikit makro kita keluar berbondong-bondong goyah pasti kurs kita (rupiah)," ujar Jokowi.
Menurutnya, kondisi ketahanan eksternal cukup baik, yang tercermin dari neraca transaksi berjalan Indonesia pada kuartal III-2022 sudah mengalami surplus hingga US$ 8,9 miliar. Angka ini setara dengan 0,9% terhadap PDB.
"Saya selalu minta angka-angka, ya ini sudah lebih baik, ya angkanya berapa? Bukan ya saja. Angkanya pasti saya minta, dari berapa kemudian sekarang berapa, karena itu penting sekali," imbuhnya.
Jokowi juga mengungkapkan bahwa defisit anggaran saat ini atau hingga akhir 2022 tercatat 2,49%. Capaian tersebut, lanjutnya, turun drastis dibanding saat pandemi Covid-19.
"Ini upaya yang kita lakukan agar ekonomi makro menjadi lebih baik dalam angka-angka," ujar Jokowi.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






