Kamis, 14 Mei 2026

Arah Rupiah Usai Tembus Rp 17.500

Penulis : Natasha Khairunisa
12 Mei 2026 | 17:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi mata rupiah dan dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga/wpa)
Ilustrasi mata rupiah dan dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga/wpa)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) diprediksi bergerak fluktuatif terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari Rabu, 13 Mei 2026.

Pada perdagangan Selasa sore ini (12/5/2026), mata uang rupiah ditutup melemah 114 poin terhadap dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah 120 poin di level Rp 17.528 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.414.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka melemah 75 poin (0,43%) ke level Rp 17.489 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS menguat 0,15% ke level 98.106.

ADVERTISEMENT

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp 17.520 - Rp 17.580," ungkap Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis yang diperoleh pada Selasa (12/5/2026).

Ibrahim mengungkapkan bahwa prospek rupiah masih dibayangi sentimen tentang negosiasi untuk mengakhiri perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan kemajuan.

Rupiah juga diprediksi berisiko kembali melemah setelah AS dikabarkan menjatuhkan sanksi kepada tiga individu dan sembilan perusahaan, termasuk perusahaan yang berbasis di Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Oman, karena memfasilitasi pengiriman minyak Iran ke Tiongkok.

Dari sisi internal, rupiah diprediksi bergerak lemah seiring komunikasi antara Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo telah pelemahan rupiah yang menembus level Rp 17.500 per dolar AS.

"Sentimen juga terpukul oleh penurunan sektor manufaktur Indonesia pada bulan April, yang pertama dalam sembilan bulan, karena melemahnya permintaan pasca-liburan dan meningkatnya tekanan produksi akibat guncangan geopolitik dan pasokan," beber Ibrahim.

"Ditambah hari ini pasar akan mencermati pengumuman dari MSCI terkait potensi penurunan bobot Indoneia dalam indeks global tersebut," tambahnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 9 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 32 menit yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 60 menit yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
National 1 jam yang lalu

Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Business 2 jam yang lalu

Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia