Kamis, 14 Mei 2026

Nasib Rupiah Pekan Depan Bakal Begini

Penulis : Natasha Khairunisa
13 Mei 2026 | 18:10 WIB
BAGIKAN
Petugas kasir menunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Petugas kasir menunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) diprediksi rentan kembali melemah terhadap dolar AS (USD) pada Senin depan, 17 Mei 2026.

Pada perdagangan Rabu sore (13/5/2026), mata uang rupiah ditutup menguat 53 poin terhadap dolar AS, setelah sebelumnya sempat menguat 75 poin di level Rp 17.475 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.528.

Sebelumnya, rupiah pada Rabu pagi (13/5) dibuka melemah 13 poin (0,07%) ke level Rp 17.515 per dolar AS. 

ADVERTISEMENT

"Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.470 - Rp 17.530," ungkap Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis pada Rabu (13/5/2026).

Rupiah diprediksi kembali melemah imbas sentimen terkait konflik di Timur Tengah. baru-baru ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran berada dalam kondisi kritis. 

Selain itu, rupiah diproyeksi lesu menjelang pertemuan puncak Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada 14-15 Mei mendatang di Beijing, di mana kedua pemimpin tersebut diharapkan akan membahas ketegangan perdagangan, konflik Iran, Taiwan, dan rantai pasokan global.

"(Rupiah) untuk sepekan ke depan diprediksi di rentang Rp 17.420 - Rp 17.650," kata Ibrahim.

Dari sisi internal, rupiah berisiko tertekan setelah Pemerintah melalui Menteri Keuangan mengaku posisi utang pemerintah yang hampir menyentuh angka Rp 10.000 triliun atau tepatnya Rp 9.920,42 triliun sampai akhir Maret 2026 masih aman. 

Dari rasioterhadap Produk Domestik Bruto (PDB), jumlah utang Indonesia masih di posisi 40,75% atau di bawah batas aman Undang-Undang Keuangan Negara yang sebesar 60% PDB.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 7 menit yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
National 32 menit yang lalu

Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Business 54 menit yang lalu

Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.
Lifestyle 59 menit yang lalu

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.
Market 1 jam yang lalu

Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Jumat 15 Mei 2026

Harga emas Antam (ANTM) diperkirakan bergerak menguat pada Jumat,15 Mei 2026. Harga emas Antam diprediksi naik ke level ini
National 2 jam yang lalu

Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Dinilai sebagai Langkah Strategis

Pengamat sosial Dr. Serian Wijatno menilai kenaikan pangkat Irjen Pol Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) sebagai Kapolda Metro Jaya merupakan langkah strategis di tengah kompleksitas tantangan keamanan di Jakarta.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia