Pemerintah Cermati Dampak Kondisi Perekonomian Global Terhadap Dalam Negeri
JAKARTA, investor.id - Pemerintah mencermati sejumlah faktor yang harus diantisipasi terhadap ekonomi global yaitu resesi, utang, geopolitik dan perubahan iklim (climate change). Bila tidak diantisipasi faktor-faktor tersebut bisa berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan lembaga Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 hanya mencapai 2,7%. Angka ini menurun dari pertumbuhan ekonomi 2022 yang sebesar 3,2% dan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 yang hanya 6%.
“Biasanya awal Januari, kalau tahun 2021 pertumbuhan ekonomi dunia di 6%, tahun 2022 oleh IMF diprediksi hanya 3,2%. 2023 hanya 2,7% jadi anda bisa lihat bagaimana turunnya pertumbuhan ekonomi dunia,” ucap Sri Mulyani dalam CEO Banking Forum pada Senin (9/1/2023).
IMF juga menyatakan bahwa 1/3 ekonomi dunia atau 40% dari perekonomian negara-negara diprediksi mengalami resesi. Pada 2023, seluruh negara di dunia harus menjinakan inflasi dan dipaksa menaikan suku bunga acuan. Sri Mulyani mengatakan meinngkatkan suku bunga acuan pada saat debt stock tinggi pasti akan memberikan dampak tidak hanya resesi, tetapi juga debt crisis di negara yang memiliki utang dalam jumlah besar.
“Hal ini menjadi suatu kewaspadaan, memang prediksi lembaga negara global mengenai dunia kurang menggembirakan. Tidak hanya inflasi, dan kemungkinan resesi, kemungkinan juga ada masalh dengan debt sustainability di berbagai negara,” kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.
Pada 2023, diperkirakan masih akan terjadi ketegangan geopolitik. Saat terjadi gejolak geopolitik akan mempengaruhi rantai pasok dan berdampak pada kinerja ekonomi dunia. Faktor berikutnya yaitu perubahan iklim yang sudah menjadi perhatian di seluruh dunia.
“Secara dunia sudah taking into account climate change, di-mainstream-kan untuk financial market termasuk perbankan anda akan mengalami suatu kebijakan atau regulasi yang harus diconsidered,” tutur Sri Mulyani.
Menkeu mengatakan pemerintah juga memiliki bekal positif dari kondisi 2023 seperti pertumbuhan konsumsi, investasi, dan ekspor. Komponen pertumbuhan dalam negeri ini diharapkan bisa tetap tumbuh optimal di 2023.
“Kondisi ekonomi dari eksternal dari sisi sektor riil, dari sisi permintaan masyarakat bagus, komoditas booming terjadi. APBN kita juga mengalami perbaikan sangat signifikan,” kata Menkeu.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






