Jumat, 15 Mei 2026

Target Pertumbuhan Ekonomi 5,3% Bisa Tercapai,  Asalkan…

Penulis : Arnoldus Kristianus
9 Jan 2023 | 21:22 WIB
BAGIKAN
Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky
Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky

JAKARTA, investor.id - Target pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,3% bisa tercapai  asalkan  pemerintah  melanjutkan  reformasi fiskal dan meningkatkan kualitas belanja. Di sisi lain,  pemerintah  juga  harus menjamin  iklim investasi tetap kondusif.  

“Pada  2023 ini upaya meningkatkan belanja negara perlu terus dilakukan dengan meningkatkan kualitas belanja, reformasi fiskal, dan reformasi anggaran,” ujar ekonom makroekonomi dan pasar keuangan  Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI),  Teuku Riefky saat dihubungi Investor Daily  di Jakarta,  Senin (9/1).

Menurut Teuku Riefky, tahun lalu  pemerintah sudah melakukan reformasi subsidi bahan bakar minyak (BBM)  dan terus mempertebal jaring pengaman sosial. Hal tersebut harus terus dilakukan pada  2023, khususnya dalam menjaga masyarakat miskin dan rentan.

ADVERTISEMENT

“Pemerintah juga harus meningkatkan belanja produktif untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Saya rasa ini strategi pemerintah yang perlu terus dilakukan pada 2023 untuk belanja sehingga bisa memaksimumkan pertumbuhan ekonomi,” ucap  dia.

Dia mengungkapkan, memasuki  tahun politik 2023 dan 2024 akan  muncul tantangan untuk menghadirkan kebijakan yang populis. Karena itu, pemerintah harus berani melanjutkan reformasi kebijakan yang nonpopulis namun diperlukan untuk ekonomi jangka menengah dan jangka panjang.

Tetap Kondusif

Dari sisi investasi,  kata Teuku Riefky,  untuk menarik investasi diperlukan perbaikan kualitas belanja, mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang, dan menjaga agar iklim usaha tetap kondusif.  Pada  2021 dan 2022 pemerintah sudah menerbitkan peraturan turunan dari Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dan menghadirkan Online Single Submission (OSS) berbasis risiko dengan tujuan meningkatkan iklim investasi.

“Ke depannya perlu terus didorong lagi agar iklim investasi kita menarik bagi  investor, baik dalam maupun luar negeri. Kalau investasi semakin besar,  daya ungkit ke pertumbuhan ekonomi juga akan terus meningkat,” tutur Teuku.

Dari sisi ekspor, menurut Teuku Riefky, Indonesia  harus  memperbesar pasar dengan melakukan diversifikasi ekspor. Pemerintah harus mendorong  ekspor komoditas  bernilai tambah lebih tinggi. Salah satu langkah yang sudah ditempuh  pemerintah adalah melakukan hilirisasi komoditas nikel.

“Kita harapkan di industri lain pun  penciptaan nilai tambah bisa terus dilakukan  agar ekspor tidak hanya mengandalkan komoditas  primer atau komoditas  bernilai tambah rendah,”  papar Teuku. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia