Jumat, 15 Mei 2026

2022, Neraca Dagang Surplus US$ 54,46 Miliar

Penulis : Triyan Pangastuti
16 Jan 2023 | 12:22 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi ekspor impor. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Ilustrasi ekspor impor. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan sepanjang tahun 2022 sebesar US$ 54,46 miliar atau setara Rp 816 triliun (kurs Rp 15.000). Capaian ini lebih tinggi 53,76% dibandingkan periode Januari-Desember 2021 yang surplus US$ 35,42 miliar.

Kepala BPS Margo Yuwono menyampaikan bahwa total nilai ekspor sepanjang Januari hingga Desember 2022 sebesar US$ 291,98 miliar atau meningkat 26,07% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan impor sepanjang 2022 mencapai US$ 237,52 miliar, meningkat 21,07% dibandingkan 2021.

"Surplus neraca dagang barang kumulatif US$ 54,46 miliar dan tumbuh 53,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ucapnya dalam Konferensi Pers BPS, Senin (16/1/2023).

ADVERTISEMENT

Margo merinci, ekspor nonmigas secara kumulatif sepanjang 2022 mencapai US$ 275,96 miliar atau meningkat 25,8%. Sejalan dengan itu, ekspor migas juga meningkat signifikan sebesar 30,82% menjadi US$ 16,02 miliar.

Berdasarkan pangsanya, ekspor nonmigas terbesar yaitu bahan bakar mineral yang mencapai US$ 54,98 miliar atau dengan pangsa 19,92%, yang diikuti oleh nilai ekspor lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 35,2 miliar selama 2022 atau dengan pangsa 12,76%.

Sementara itu, perkembangan ekspor Indonesia Januari-Desember 2022 tertinggi terjadi pada industri pengolahan sebesar US$ 206,35 miliar yakni sektor pertambangan dan lainnya tumbuh 71,22%.

"Impor nonmigas sepanjang 2022 mencapai US$ 197,11 miliar, meningkat 15,5%, sedangkan impor migas mencapai US$ 40,42 miliar atau tumbuh 58,31%. Impor nonmigas terbesar sepanjang 2022 tercatat pada komoditas mesin/peralatan mekanis dan bagiannya sebesar US$ 31,57 miliar dengan pangsa 16,02% dari total impor.

Kemudian, impor nonmigas terbesar kedua dicatatkan oleh komoditas mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya yang mencapai US$ 26,48 miliar atau dengan pangsa 13,43% dari total impor Indonesia.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia