Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Sektor Industri Pengolahan Sokong Pertumbuhan Ekonomi 2022

Penulis : Arnoldus Kristianus
6 Feb 2023 | 14:15 WIB
BAGIKAN
Industri pengolahan hasil perikanan.
Industri pengolahan hasil perikanan.

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan komponen industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi selama tahun 2022 dari sisi lapangan usaha. Komponen ini tumbuh 4,89% dan memberikan kontribusi 18,34% ke pertumbuhan ekonomi tahun 2022 .

“Sudah ada pertumbuhan yang bagus di industri pengolahan. Tetapi kalau dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi seluruh sektor maka sektor industri pengolahan tumbuhnya masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (06/02/2023).

Margo menuturkan ada beberapa sektor yang mendorong tumbuhnya industri pengolahan khususnya non migas. Pertama yaitu industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 4,9%, didorong oleh peningkatan permintaan beberapa komoditas makanan dan minuman di dalam negeri serta meningkatnya ekspor minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO). Kedua yaitu Industri logam dasar tumbuh 14,8% didorong peningkatan kapasitas produksi di sentra tambang ditunjang dengan membaiknya harga komoditas di pasar ekspor.

ADVERTISEMENT

Sementara itu pada tahun 2022 sektor perdagangan tumbuh menguat 5,52% dibandingkan tahun 2021 yang 4,63%. Subsektor perdagangan mobil, sepeda motor dan reparasinya tumbuh 5,89%, terutama didorong oleh peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor.Sementara itu perdagangan besar dan eceran, bukan mobil dan sepeda motor tumbuh 5,44%.

“Hal ini didorong oleh peningkatan pasokan barang domestik dan impor serta peningkatan kunjungan ke tempat perbelanjaan seiring dengan pelonggaran PPKM,” kata Margo.

Sektor pertanian tumbuh 2,25% pada tahun 2022, angka ini masih di bawah level pra-pandemi. Subsektor pendorong sektor pertanian adalah peternakan tumbuh 6,24%, didorong oleh peningkatan produksi unggas dalam negeri dan peningkatan permintaan luar negeri untuk produk ternak unggas dan hasilnya. Tanaman hortikultura tumbuh 4,22%, ditopang oleh peningkatan permintaan luar negeri terhadap buah dan sayur dari Indonesia. Tanaman Pangan hanya tumbuh sebesar 0,08%, didorong oleh peningkatan luas panen dan produksi tanaman padi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 49 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia