Jumat, 15 Mei 2026

Pertumbuhan Ekonomi 2022 Tertinggi di Masa Pemerintahan Jokowi

Penulis : Arnoldus Kristianus
6 Feb 2023 | 22:15 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (6/2/2023). (B-Universe Photo/Arnoldus Kristianus)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (6/2/2023). (B-Universe Photo/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5,31% menjadi pertumbuhan tertinggi dalam masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Secara kumulatif tahun 2022, ekonomi mampu tumbuh di angka 5,31%. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding angka precovid yang rata-rata 5% sebelum pandemi. Angka ini merupakan angka tertinggi sejak masa pemerintahan Presiden Jokowi,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Senin (6/2/2023).

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi selama tahun 2022 sebesar 5,31%. Dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 19.588,4 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp 71 juta atau US$ 4.783,9.

ADVERTISEMENT

Untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2022 jika dilihat dari lapangan usaha maka industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi selama tahun 2022. Komponen ini tumbuh 4,89% dan memberikan kontribusi 18,34% ke pertumbuhan ekonomi tahun 2022 .

Ada beberapa sektor yang mendorong tumbuhnya industri pengolahan khususnya non migas. Pertama yaitu industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 4,9%, didorong oleh peningkatan permintaan beberapa komoditas makanan dan minuman di dalam negeri serta meningkatnya ekspor minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO).

Kedua yaitu Industri logam dasar tumbuh 14,8% didorong peningkatan kapasitas produksi di sentra tambang ditunjang dengan membaiknya harga komoditas di pasar ekspor.

Sedangkan dari sisi pengeluaran konsumsi rumah tangga menjadi penopang terbesar dengan kontribusi 51,87%. Komponen konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93% pada tahun 2022.

Konsumsi Rumah Tangga tumbuh menguat di tahun 2022 sebab ada pemulihan mobilitas mendorong aktivitas dunia usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Hal tersebut juga ditunjukkan oleh kenaikan PPh Pasal 21 sebesar 18,36%.

Pada saat yang sama juga membaiknya pendapatan masyarakat mendorong penguatan seluruh kelompok konsumsi, utamanya pada kelompok konsumsi transportasi dan komunikasi serta restoran dan hotel.

"Hal ini diakibatkan dari mobilitas masyarakat, peningkatan kunjungan wisatawan dalam negeri maupun mancanegara,” imbuh Airlangga.

Ekspor tumbuh 16,28% dan memberikan kontribusi 24,49% ke pertumbuhan ekonomi nasional Sedangkan impor tumbuh 14,75% dan menjadi faktor pengurang pertumbuhan ekonomi sebesar 20,9%.

"Ekspor tumbuh double digit atau 14,93% year-on-year karena didukung harga komoditas yang tinggi atau kita sering sebut windfall harga komoditas. Sedangkan impor utamanya didorong impor barang modal dan bahan baku yang menunjukan (pertumbuhan) sektor produktif,” pungkas Airlangga.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia