Pengembang Perkantoran Tetap Bertahan di Bawah Tekanan
JAKARTA, investor.id – Pandemi Covid-19 benar-benar memukul bisnis ruang perkantoran di Jakarta. Para pengembang pun mengeluarkan jurus bertahan di bawah tekanan.
Data Colliers International Indonesia menyatakan bahwa tingkat kekosongan ruang perkantoran di Jakarta menembus angka sebelum pandemi Covid-19. Karena itu, bisnis ruang perkantoran dinilai masih cukup menantang pada 2023.
“Di Jakarta, ruang kosong yang belum terserap tercatat 3,1 juta meter persegi (m2). Pada 2019, ruang kosong kantor di Jakarta tercatat sekitar 1,7 juta m2,” ujar Ferry Salanto, head of research Colliers International Indonesia, baru-baru ini. Dia menambahkan, sebanyak 65% ruang perkantoran yang kosong itu ada di pusat kawasan bisnis (central business district/CBD).
“Sampai akhir 2023, ruang kosong diproyeksikan naik hingga mencapai 3,3 juta m2 atau naik sekitar 7%. Kenaikan ini utamanya disebabkan oleh pasok baru yang masuk,” ujarnya.
Dia menerangkan, kondisi itu terjadi disebabkan oleh faktor supply yang tinggi. Misal, pada 2023 tambahan ruang perkantoran di atas 300 ribu m2. Jumlah itu dinilai signifikan, sangat tinggi. “Itu terjadi karena proyek gedung perkantoran yang sempat tertunda sebelumnya, namun karena sudah konstruksi sehingga harus selesai tahun ini,” tuturnya.
Data Colliers International Indonesia memperlihatkan bahwa tingkat hunian di CBD Jakarta tercatat sebesar 72,0% pada triwulan pertama 2023. Tambahan ruang perkantoran baru menyebabkan tingkat hunian turun hampir 3% dibandingkan kuartal IV/2022. Di luar CBD, rerata tingkat hunian sebesar 71.9%, cenderung stabil dibandingkan kuartal IV/2022.
“Okupansi ruang perkantoran di Jakarta sepanjang dua tahun terakhir terus turun. Rerata tingkat hunian masih dalam tren turun hingga akhir 2023, baik di CBD maupun di luar CBD,” urai dia.
Baca Juga:
Pengembang Perkuat Properti KomersialDi sisi lain, jelasnya, tarif dasar sewa ruang perkantoran di CBD Jakarta tercatat sebesar Rp 246.030 pada kuartal I/2023. Beroperasinya beberapa gedung kelas premium baru membuat perhitungan tarif sewa tumbuh sekitar 3% dibandingkan kuartal IV/ 2022.
Di luar CBD, tambahnya, tarif dasar sewa sebesar Rp 174.759 pada kuartal I/2023, cenderung stabil dibandingkan kuartal IV/2022. Tarif sewa diperkirakan mengalami pertumbuhan secara perlahan terutama didukung oleh proyeksi serapan yang semakin membaik.
“Tarif ada sedikit kenaikan karena secara umum ada pertumbuhan sewa, walau masih minor. Juga karena ada gedung premium baru yang tarifnya lebih tinggi, sehingga harga terlihat naik 3%. Kenaikan tarif itu bukan karena pasar sudah membaik. Secara umum, kondisi tarif sewa flat. Harga masih tertahan,” kata Ferry.
Dia menerangkan, untuk pasar ruang kantor dijual (strata-title) diperkirakan membaik karena akan lebih banyak perusahaan yang membeli ruang kantor. “Hanya saja pemilu 2024 akan sedikit menahan laju investasi di pasar strata-title,” ujar Ferry.
Faktor pemilu, kata dia, biasanya menahan orang untuk berekspansi, bukan membatalkan, tapi menunda investasi. Beberapa investor melihat bagaimana situasi setelah pemilu 2024. “Kita berharap situasi stabil sehingga tren pertumbuhan properti dapat terjaga mengingat sektor perkantoran saat ini masih melambat,” tuturnya.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler


