Investor Asing Percaya Sektor Properti Indonesia Masih Menarik
Terkait pertumbuhan PMDN yang mencapai sebesar 11% per akhir Maret 2023 dibandingkan dengan periode sama 2022, Panangian menilai, itu menunjukan dua kali lebih tinggi dari pertumbuhan PDB tahun 2022 yang sebesar 5,3%. “Ini menggambarkan bahwa bisnis propeti dengan politik itu sudah terpisah (decoupling) sejak reformasi telah melewati empat kali pemilu sampai dengan sekarang,” ujar Panangian.
Sementara itu, Marine Novita, country manager Rumah.com, mengatakan, menekankan pentingnya pelaku bisnis properti untuk melihat peluang dari pangsa luar negeri.
Belum lama ini, jelas dia, pemerintah Singapura menaikkan bea pembelian properti bagi asing hingga 60%, dari tarif sebelumnya sebesar 30%. Kenaikan additional buyer's stamp duty (ABSD) pembelian properti di Singapura harus disambut positif sebagai peluang industri properti tanah air untuk menjadi tujuan alternatif investasi properti.
"Dinamika perubahan tarif bea properti di luar negeri merupakan kesempatan besar bagi Indonesia menggaet pembeli asing,” ujar Marine dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, baru-baru ini.
Dia menegaskan, pemerintah bisa lebih aktif mensosialisasikan kemudahan dan kepastian hukum bagi investor properti dari luar negeri yang merupakan turunan dari UU Cipta Kerja. “Geliat pembangunan infrastuktur juga membuka berbagai peluang baru dalam bidang properti,” tutur Marine.
Peluang Investasi
Sementara itu, kajian Cushman Wakefield membeberkan bahwa dalam menghadapi perlambatan global dan tekanan inflasi, Bank Indonesia memerkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di rentang 4,5-5,3% pada 2023.
Ekspansi ini terutama didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumen, peningkatan aktivitas bisnis, dan peningkatan mobilitas sebagai akibat dari berkurangnya pembatasan Covid-19. Namun, menyusul inflasi tinggi yang mendorong kenaikan harga pada 2022, serta rencana pemilu 2024, rupiah masih diperkirakan akan terdepresiasi sampai batas tertentu antara tahun 2023 dan 2024.
Sekalipun demikian, konsultan properti itu merinci tentang tiga peluang investasi di sektor properti.
Pertama, peluang investasi di rumah tapak. Setelah pandemi Covid-19, kepercayaan pasar terhadap rumah tanah terus meningkat dengan sebagian besar permintaan ada di segmen menengah dan atas. Hal ini didorong oleh primer kebutuhan penduduk Indonesia yang besar, peningkatan daya beli umum pascapandemi, dan fakta bahwa sebagian besar permintaan berasal dari pengguna akhir yang membeli rumah pertama mereka.
“Permintaan perumahan tapak diproyeksikan untuk terus relatif stabil pada 2023,meskipun ada kekhawatiran ekonomi global,” bunyi riset Cushman Wakefield yang diperoleh Investor Daily, baru-baru ini.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






