Lonjakan Harga Gula Sisakan Marjin Industri Mamin di Bawah 5%
JAKARTA, investor.id - Kenaikan harga gula di pasar internasional, memukul industri makanan dan minuman (mamin) yang selama ini mengandalkan komoditas tersebut sebagai bahan baku produksi. Pengusaha mamin terpaksa mengorbankan perolehan marjin mereka yang biasanya mendekati 10% menjadi di bawah 5% untuk mempertahankan penjualan.
“Kalau menaikkan harga jual pertimbangannya banyak dan harus negosiasi dengan retailer serta distributor, sehingga biasanya baru dilakukan di akhir atau awal tahun. Jadi mau tidak mau mereka terpaksa mengurangi marjin,” kata Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.
Adhi mengatakan, dampak lonjakan harga gula di pasar internasional terutama akan dirasakan oleh industri menengah dan kecil yang biasanya membeli gula rafinasi secara langsung (on the spot). Sementara industri mamin besar umumnya telah melakukan kontrak dengan produsen gula rafinasi untuk pembelian selama periode satu tahun, sehingga relatif tidak terpengaruh oleh dinamika perubahan harga gula dunia.
“Bagi perusahaan besar, biasanya mereka sudah punya kontrak jangka panjang dengan produsen gula, sehingga bisa aman paling tidak sampai akhir tahun, bahkan bisa sampai tahun depan. Produsen gula rafinasi pun biasanya kalau telah memiliki kontrak dengan industri pengguna, mereka sudah mengamankan kontrak bahan bakunya,” tutur dia.
Sedangkan bagi perusahaan kecil menengah yang belum punya kontrak dan pembeliannya dilakukan secara spot, menurut Adhi, biasanya langsung merasakan kenaikan harga gula. “Sekarang ini harga gula rafinasi sudah cukup tinggi, di atas 10.000 per kilogram (kg), bahkan mencapai Rp 11.000 per kg, sudah mendekati dengan harga gula kristal putih. Jadi gap antara gula kristal putih dan gula rafinasi sudah hampir dekat. Ini tentu berdampak bagi industri mamin, karena akan menaikkan harga pokoknya,” ujar dia.
Padahal, kata Adhi, harga gula rafinasi biasanya di bawah Rp 8.000 per kg. “Tapi memang akhir tahun lalu sudah mulai naik mendekati Rp 9.000 per kg, dan tahun ini sudah di atas Rp 10.000 per kg, bahkan Rp 11.000 lebih karena raw sugar-nya tinggi. Sekarang rata-rata harga raw sugar di US$ 26 sen per pon dari biasanya sekitar US$ 14-15 sen per pon,” ungkap dia.
Adhi menduga, tren tingginya harga gula dunia masih akan berlanjut ke depannya, mengingat beberapa negara mengalami pengurangan area tanam dan produktivitas menurun karena pengaruh iklim global. Kondisi tersebut diperparah dengan regulasi pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) oleh Pemerintah Brasil, yang membuat negara tersebut lebih banyak mengubah tebunya menjadi etanol sebagai energi alternatif.
Pemerintah Harmonisasi Harga
Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah meninjau harga gula konsumsi karena gap dengan gula rafinasi semakin menipis. Pemerintah yang dalam hal ini dipimpin oleh Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) akan melakukan harmonisasi harga gula konsumsi.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler



