Lonjakan Harga Gula Sisakan Marjin Industri Mamin di Bawah 5%
Saat ini, HAP gula konsumsi yang berlaku tertuang dalam Perbadan No 11/2022, yakni HAP gula konsumsi di tingkat produsen Rp 11.500 per kg dan di tingkat konsumen Rp 13.500 per kg untuk retail modern serta Rp 14.500 per kg di Indonesia timur. “Regulasi tersebut sedang dalam tahapan reviu untuk kemudian akan ditetapkan HAP terbaru,” papar Ketut.
Terkait penyesuaian HAP, Bapanas telah menginisiasi pertemuan dengan seluruh stakeholder gula nasional guna membahas usulan dan masukan mengenai besaran HAP yang wajar. Bapanas sudah beberapa kali berdiskusi dengan melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kemenko Perekonomian, termasuk semua stakeholder yang ada.
“Kita menghitung struktur biaya produksinya seperti apa, sehingga harga yang wajar tersebut bisa didapatkan. Angka itu nanti akan dibawa ke rapat ke Kemenko Perekonomian. Pada saat harga keluar petani tidak rugi, begitu sampai di konsumen juga harganya masih wajar,” papar dia.
Selanjutnya, usulan HAP itu akan masuk ke dalam pembahasan rapat koordinasi teknis (rakornis) dan rapat koordinasi terbatas (rakortas) bersama Kemenko Perekonomian. “Setelah dibahas dan disetujui di rakortas bersama Kemenko Perekonomian, selanjutnya HAP itu diundangkan dalam peraturan Bapanas,” kata dia.
Terkait kenaikan harga gula internasional, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, prioritas pemerintah saat ini menjaga keseimbangan harga gula nasional di tingkat petani, pelaku industri, pedagang, dan konsumen. Hal itu sejalan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta agar harga komoditas pangan dipastikan stabilitas dan keseimbangannya, sehingga petani, pedagang, dan konsumen bisa mendapatkan keuntungan yang wajar.
“Kondisi harga gula yang naik akibat pasokan yang melandai itu bisa menjadi peluang yang baik untuk Indonesia. Benar, kita memang harus mengantisipasi kenaikan tersebut, namun ini juga menjadi peluang bagi Indonesia untuk mulai meningkatkan produksinya secara bertahap, sehingga Indonesia bisa kembali menjadi salah satu produsen gula yang diperhitungkan,” ungkap dia.
Untuk itu, Bapanas terus mendorong agar proses reviu dan penyesuaian HAP gula konsumsi bisa segera rampung dan diundangkan. HAP yang lebih tinggi dari sebelumnya dapat menstimulus para petani tebu semakin giat berproduksi, dengan begitu ke depan bisa mendongkrak produksi gula nasional. Bapanas juga mendorong pembenahan tata kelola industri gula nasional dari sisi on farm dan off farm.
“Beberapa tantangan yang tengah dibenahi di antaranya terkait harga dan ketersediaan pupuk serta perluasan lahan kebun tebu untuk memenuhi bahan baku tebu pabrik gula,” tandas Arief.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler



