Jumat, 15 Mei 2026

Penurunan Permintaan Berlanjut, Industri Manufaktur di Ambang Kontraksi

Penulis : Leonard AL Cahyoputra / Eva Fitriani
6 Jun 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Industri manufaktur. Foto ilustrasi: IST
Industri manufaktur. Foto ilustrasi: IST

Meski demikian, dia meyakini, Indonesia tidak akan masuk jurang resesi karena pertumbuhan ekonomi dalam negeri masih cukup solid. “Pemerintah harus terus menggenjot pertumbuhan ekonomi, selain dari progam yang sudah ada. Kalau Bank Indonesia memberi sinyal penurunan suku bunga sekitar 25 basis poin atau bahkan 50 basis poin, ini akan bagus, karena inflasi kita cukup bagus. Ini yang harus dipikirkan pemerintah,” kata Bobby.

Terseok-seok

Senada dengan Bobby, Direktur Eksekutif Insitute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad melihat, penurunan PMI Manufaktur dan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKI) bulan Mei merupakan kode bahwa industri manufaktur masih akan terseok-seok pada tahun ini. “Industri ini masih berat. Beberapa kebijakan pemerintah masih belum berpengaruh,” kata dia.

ADVERTISEMENT

Tauhid menilai, penurunan impor bahan baku menunjukkan berkurangnya utilitas industri manufaktur, terutama pada sektor yang berorientasi ekspor. Hal ini masih akan berlanjut mengikuti gejala penurunan ekspor sampai akhir tahun ini.

“Ini baru gejala awalnya, masih akan berlanjut dan belum ada pemulihan. Belum ada pendorong yang cukup kuat untuk bisa membuat comeback di semester II. Belum ada momentum,” kata Tauhid.

Penurunan Permintaan Berlanjut, Industri Manufaktur di Ambang Kontraksi
Pertumbuhan Industri Manufaktur

Tingkat Kepercayaan Menurun

Sementara itu Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence Jingyi Pan mengatakan, penurunan PMI manufaktur Indonesia terutama disebabkan melemahnya permintaan yang dipengaruhi kondisi ekonomi domestik dan global. “Sangat penting untuk memonitor seberapa tangguh penurunan permintaan terkini, karena hal ini akan memengaruhi perkiraan pertumbuhan jangka pendek,” kata Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence Jingyi Pan dalam keterangan resminya, Senin (05/06/2023).

Menurut Jingyi Pan, kondisi permintaan yang lebih lemah menyebabkan tekanan harga bagi produsen Indonesia semakin berkurang, yang artinya inflasi harga jual yang lebih lunak di sektor produksi barang, sehingga mencerminkan upaya Bank Indonesia dalam menurunkan tekanan inflasi melalui pengetatan kebijakan moneter.

“Namun demikian, sangat mengkhawatirkan melihat bahwa sentimen bisnis tetap suram, dengan tingkat kepercayaan semakin turun di bawah rata-rata pada bulan Mei, mencerminkan kekhawatiran yang masih ada terhadap perkiraan pada tahun yang akan datang,” ujar dia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia