Jumat, 15 Mei 2026

Penurunan Permintaan Berlanjut, Industri Manufaktur di Ambang Kontraksi

Penulis : Leonard AL Cahyoputra / Eva Fitriani
6 Jun 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Industri manufaktur. Foto ilustrasi: IST
Industri manufaktur. Foto ilustrasi: IST

Survei S&P Global menunjukkan, laju ekspansi merupakan yang terendah sejak bulan November 2022 dan hanya sedikit. Pusat penurunan headline angka PMI adalah kemerosotan pada permintaan baru. Volume pekerjaan baru turun untuk pertama kalinya sejak bulan Agustus 2021, setelah naik dengan laju tercepat dalam tujuh bulan pada bulan April.

Menurut peserta survei, permintaan asing juga berkurang, dengan permintaan baru dari luar negeri turun selama dua belas bulan berturut-turut, baik permintaan domestik maupun internasional terpengaruh oleh kondisi pasar yang lebih lemah.

11 Subsektor Kontraksi

ADVERTISEMENT

Selain PMI dari S&P Global, perlambatan kinerja manufaktur juga terlihat dari hasil survei Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dirilis Kementerian Perindustrian (Kemenperin). IKI bulan Mei 2023 mengalami penurunan 0,48 poin ke posisi 50,9 dibanding bulan April 2023 yang di level 51,38.

Penurunan Permintaan Berlanjut, Industri Manufaktur di Ambang Kontraksi
Penerapan teknologi ERP SystemEver di industri manufaktur.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, perlambatan IKI bulan Mei dipengaruhi oleh penurunan IKI 11 subsektor industri. Hal tersebut antara lain terjadi pada subsektor Industri Pengolahan Tembakau, Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman, Industri Farmasi, Obat Kimia, dan Tradisional, dan Industri Logam Dasar.

Akibatnya, share subsektor ekspansi terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas kuartal pertama tahun ini menurun menjadi 70,6%. Share tersebut berasal dari 12 subsektor yang mengalami ekspansi.

Febri menjelaskan, penurunan IKI disebabkan oleh kontraksi beberapa subsektor yang memiliki share PDB cukup besar, setelah sebelumnya mengalami ekspansi, misalnya seperti Industri Logam Dasar dan Industri Pengolahan Tembakau. Kedua, melandainya ekspor karena penurunan harga komoditas dan melemahnya nilai tukar rupiah. “Ketiga, masih terdapatnya stok persediaan dari bulan April karena terjadinya penurunan daya beli masyarakat selama Lebaran, tidak seperti pada tahun sebelumnya,” ujar Febri.

Meskipun demikian, beberapa subsektor dengan share PDB terbesar masih mengalami ekspansi, yaitu Industri Makanan, Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia dan Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer. “Untuk Juni 2023, Kemenperin optimistis IKI akan naik kembali,” kata dia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia