Menteri ESDM Ungkap Alasan Belum Rampungnya Revisi Perpres 191/2014
“Jadi kami masih menahan dengan aturan yang ada sekarang, sementara kita perbaiki dulu sistem pendataan. Kalau datanya sudah clear, baru Perpres 191/2014 ini bisa rilis,” tegas Arifin.
Dia menambahkan, pengaturan distribusi BBM bersubsidi diharapkan dapat merinci kelompok yang berhak menerimanya, sehingga benar-benar tepat sasaran. Arifin juga menegaskan, perlu sosialisasi lebih lanjut kepada masyarakat, tentang pemahaman bahwa BBM subsidi hanya diperuntukkan bagi kalangan tidak mampu.
Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno meminta pemerintah untuk segera mempercepat revisi Perpres 191/2014, sebagai payung hukum pengendalian BBM bersubsidi ke depan. Ia menilai, keakurasian data terpadu sebagai format pemberian subsidi menjadi hal yang perlu ditingkatkan. Tujuannya, mencegah dualisme harga BBM subsidi agar lebih tepat sasaran.
"Data saat ini yang kita gunakan adalah Data Terpadu Kemensos. Itu pun masih dalam proses untuk kita tingkatkan lagi keakurasiannya. Maka diperlukan satu bentuk dan format pemberian subsidi yang lebih tepat sasaran untuk mencegah penggunaan subsidi oleh pihak-pihak yang tidak berhak. Sehingga subsidi tidak mubazir," ujar Eddy dalam keterangan resmi yang dikutip pada Selasa (6/6/2023).
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






