Kamis, 14 Mei 2026

Pemerintah Tetapkan Empat Prioritas Pengelolaan Gas Indonesia

Penulis : Euis Rita Hartati
18 Jun 2023 | 09:00 WIB
BAGIKAN
Fasilitas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN. (Foto: PGN)
Fasilitas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN. (Foto: PGN)

Sementara upaya lain untuk menggenjot penggunaan gas adalah pengembangan gas kota. Program ini bertujuan untuk menyediakan energi yang bersih, murah, efisien dan ramah lingkungan. Pemerintah telah menyiapkan peta jalan untuk menghubungkan sekitar satu juta rumah tangga dengan skema KPBU.

Pada sambutannya itu, Mustafid juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur gas yang saling terkoneksi melalui pembangkit listrik gas atau pipa virtual, harus mengakomodasi infrastruktur yang ada. Regulasi dan kerangka perencanaan jaringan gas perlu diuraikan secara rinci sesuai dengan skala ekonomi yang terkait dengan kapasitas dan lokasi infrastruktur. Aturan dan regulasi yang akomodatif untuk menyeimbangkan keterjangkauan konsumen, harga gas di kepala sumur, serta pengembalian investasi dan pengeluaran operasi infrastruktur gas.

"Sebagai informasi, progres pembangunan pipa transmisi gas Cirebon-Semarang (CISEM) Tahap I (ruas Semarang-Batang) berdasarkan data per 25 Mei 2023 sudah mencapai 91,35%. Pembangunan proyek pipa gas CISEM Tahap I tidak mengalami kendala yang berarti," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Sebagaimana diketahui, kebutuhan gas domestik mengalami pertumbuhan. Penurunan ekspor gas dimulai 2012, sejalan penggunaan gas untuk dalam negeri juga mulai meningkat, namun pertumbuhannya sejak saat itu hanya dikisaran 1% setiap tahunnya. Tahun 2022 dari total produksi gas sebesar 5.474 ribu kaki kubik per hari (MMscfd) 68% di antaranya digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan sisanya sebesar 32% diekspor.

Sementara itu Rayendra Sidik, Kepala Divisi Komersialisasi Minyak dan Gas Bumi SKK Migas, mengungkapkan berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) dalam 15 tahun terakhir penemuan cadangan didominasi oleh temuan cadangan gas bumi. Maka wajar pemerintah fokus terhadap pengembangan proyek – proyek gas, termasuk skema komersialisasinya. Sejak 2013 temuan gas pasti diatas 40% bahkan mulai 2018 temuan gas tidak pernah dibawah 50% jika dibandingkan dengan minyak.

“Reserve yang ditemukan 15 tahun terakhir itu gas. Pengembangan yang ada di SKK Migas juga adalah pengembangan gas,” ujar dia.

Menurut Rayendra dengan besarnya potensi gas yang ada maka penggunananya juga diyakini bisa bertahan dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Apalagi pemanfaatannya tidak hanya untuk pembangkit maupun bahan bakar tapi yang lebih penting untuk industri. Dia mencontohkan industri petrokimia yang sangat dibutuhkan justru lebih banyak dipasok bahan bakunya dari luar negeri atau harus impor, padahal dengan menggunakan sumber daya gas yang ada Indonesia tidak perlu impor produk petrokimia dalam jumlah besar

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 24 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 33 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 50 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia