Krisis Pangan Mengancam, Cadangan Beras-Jagung Diperkuat
JAKARTA, investor.id–Kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada semester II-2023 berpotensi memicu krisis pangan. Guna mengantipasi ancaman itu, cadangan pangan pemerintah (CPP) untuk komoditas pangan pokok strategis, terutama beras dan jagung, terus diperkuat. Pemerintah telah meminta Perum Bulog memfungsikan seluruh sarana dan prasarana miliknya demi mendukung penguatan CPP tersebut. Gudang serta silo-silo BUMN itu di sentra-sentra produksi yang sedang panen saatnya diisi penuh dengan beras dan jagung.
Menurut Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi, penguatan CPP untuk komoditas pangan pokok strategis, utamanya beras dan jagung, harus terus didorong. Hal itu sebagai salah satu strategi menghadapi ancaman krisis pangan akibat El Nino agar ketahanan pangan nasional tidak tergerus. “Kami sudah minta Bulog menyiapkan sarana dan prasarana yang dimilikinya guna mengoptimalkan penyerapan produk petani pada saat panen terutama di wilayah sentra. Bulog dengan Modern Rice Milling Plant (MRMP) miliknya di beberapa wilayah sentra produksi padi harus diisi maksimal. Begitu juga dengan Corn Dryer Center (CDC) dan silo-silonya mulai diisi, seperti di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, yang akan panen raya jagung, itu menjadi momentum Bulog mengoptimalkan penyerapan," jelas Arief.
Penguatan dan pengelolaan CPP untuk komoditas pangan pokok strategis dalam menghadapi ancaman krisis pangan telah memiliki landasan regulasi yang kuat yakni Perpres No 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan CPP. Hal itu juga selaras dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam arahannya di Istana Negara pada 3 Juli 2023 yang meminta seluruh jajarannya untuk tetap waspada dalam menghadapi situasi global yang masih tidak menentu. “Dengan adanya perpres tersebut, langkah strategis penguatan stok dan cadangan pangan kita bangun dengan menugaskan BUMN di bidang pangan, Perum Bulog dan ID Food, untuk mengelola beberapa komoditas pangan pokok strategis yang ditangani pemerintah,” ungkap Arief.
Cadangan Beras
Dalam Perpres No 125 Tahun 2022, diatur mengenai pengelolaan CPP untuk 11 komoditas pangan. Ke-11 komoditas tersebut adalah beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging unggas, telur unggas, daging ruminansia, gula konsumsi, minyak goreng, dan ikan. Penugasan pengelolaan CPP diberikan kepada Bulog untuk beras, jagung, dan kedelai, sedangkan komoditas sisanya kepada BUMN lain di antaranya ID Food.
Khusus CPP beras, disebut juga cadangan beras pemerintah (CBP), anggota Komisi IV DPR RI Djarot Syaiful Hidayat, saat kunjungan kerja di Komplek Pergudangan Banjarkemantren Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya Utara, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 5 Juli 2023, dengan didampingi pimpinan Bulog dan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, mengingatkan, pemerintah harus mewaspadai ancaman El Nino yang berpotensi menurunkan produksi pangan. “Harus dilakukan mitigasi risiko agar dampak kekeringan ekstrem akibat El Nino bisa diminimalisir. Pada Juli-Desember 2023 diperkirakan Indonesia menghadapi El Nino, ini jelas akan berpengaruh khususnya pada stok CBP, karena hasil panen otomatis akan terganggu,” tutur Djarot.
Fenomena El Nino Muncul, Pertama Kali Setelah 7 Tahun
Menanggapi hal itu, Direktur Human Capital Perum Bulog Purnomo Sinar Hadi menjelaskan, stok beras yang dikelola Bulog saat ini total sebesar 605.924 ton dengan pengadaan dalam negeri 204.771 ton dan dari luar negeri 335.182 ton serta penyerapan komersial 65.970 ton. Meski serapan dalam negeri Bulog masih belum memenuhi target yang ditetapkan 2,4 juta ton, Bapanas meminta Bulog terus menyerap beras domestik. Importasi hanya alternatif terakhir dan terpaksa dilakukan. “Impor itu pilihan terakhir, opsi tersulit buat kita semua. Hingga semester I-2023, dari 2 juta ton target pengadaan impor, baru terealisasi sekitar 500 ribu ton, karena kita optimalkan serapan domestik untuk CBP. Penyaluran bantuan pangan beras melalui penugasan kepada Bulog selama tiga bulan terakhir dipenuhi dari hasil penyerapan dalam negeri,” tandas Arief.
Food Estate Jagung
Sementara itu, jurus lain dari pemerintah dalam memperkuat CPP jagung guna mengantisipasi ancaman krisis pangan dilakukan dengan menggenjot produksi melalui pola pertanian skala luas (food estate). Salah satunya adalah food estate jagung di Kampung Wambes, Kabupaten Keerom, Papua. Seperti dipantau dari kanal media sosial Sekretariat Kabinet RI, saat mengunjungi food estate tersebut pada Kamis (06/07/2023), Presiden Jokowi mengatakan, jagung yang ditanam di food estate Keerom pada 107 hari lalu telah panen dengan hasil relatif bagus. “Produktivitas jagung di food estate Keerom sudah tinggi, 7 ton per hektare (ha) dari standar nasional 5-6 ton per ha, ini karena tanahnya subur, tinggal tata kelola airnya diperbaiki agar lebih baik,” kata Kepala Negara.
Telah Hadir Benih Jagung Bioteknologi dengan Keunggulan Ganda
Presiden Jokowi menyatakan, pada panen kali ini, luasannya masih relatif sedikit, namun pada panen berikutnya sekitar September 2023 panen akan dilakukan pada lahan seluas 45 ha. Pengembangan food estate Keerom memang dilakukan bertahap. “Tidak langsung ribuan,” ujar Jokowi. Harga jagung yang diterima petani dari panen tersebut juga sangat bagus, yakni Rp 5.000-6.000 per kilogram (kg), sehingga keuntungan petani bisa mencapai Rp 42 juta per ha untuk waktu 100 hari atau tiga bulan saja. Keberadaan food estate Keerom akan menjadi magnet pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat, apalagi dengan produktivitas tinggi untuk jagung yang dikembangkan. Untuk sementara, pasar jagung dari food estate Keerom menyasar wilayah Indonesia timur. (tl)
Editor: Tri Listiyarini
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






