Jumat, 15 Mei 2026

Jaga Ketahanan Pangan, Pacu Investasi Pertanian

Penulis : Tri Listiyarini
11 Aug 2023 | 08:05 WIB
BAGIKAN
Irigasi persawahan. Foto ilustrasi: pu.go.id
Irigasi persawahan. Foto ilustrasi: pu.go.id

JAKARTA, investor.id–Investasi di sektor pertanian harus terus ditingkatkan sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan mengalirnya investasi, sektor pertanian bisa mengadopsi teknologi terkini, memperbaiki infrastruktur, dan juga melakukan modernisasi, sehingga produktivitas, sebagai kunci terwujudnya ketahanan pangan, membaik. Pada Januari-Juni 2023, investasi dalam negeri maupun asing yang masuk ke sektor pertanian (tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan) mencapai Rp 38,7 triliun.

Menurut peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Mukhammad Faisol Amir, investasi di sektor pertanian memainkan peran penting dalam meningkatkan ketahanan pangan melalui modernisasi pertanian, perbaikan infrastruktur pertanian, dan adopsi teknologi terkini. “Dalam konteks menyikapi berbagai tantangan sektor pertanian, investasi menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan produktivitas pangan. Selain itu, investasi pertanian yang tepat dapat mengakselerasi sektor ini menjadi lebih kompetitif. Karena itu, investasi di sektor pertanian harus terus ditingkatkan,” kata dia kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Baca Juga:

Ekspor Naik Terus, Neraca Dagang Pertanian Selalu Surplus

ADVERTISEMENT

Data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan menunjukkan tren peningkatan. Total investasi PMDN dan PMA di sektor itu pada 2019 sebesar Rp 57,8 triliun atau di posisi keempat (7,1% dari total investasi), pada 2020 hanya Rp 49,1 triliun tapi di urutan tiga (5,9%), pada 2021 menjadi Rp 43,3 triliun atau di nomor empat (4,8%), pada 2022 sebesar Rp 64,6 triliun atau di posisi keempat (5,3%), dan pada Januari-Juni 2023 sebesar Rp 38,7 triliun atau di urutan empat (5,7%). Sektor jasa dan industri pengolahan mendominasi investasi nasional.

Editor: Tri Listiyarini

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia