Jaga Ketahanan Pangan, Pacu Investasi Pertanian
Masih dari sumber yang sama, investasi PMDN dan PMA di sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan pada 2019 masing-masing Rp 43,6 triliun (11,3% dari total investasi) dan US$ 0,9 miliar (3,3%), pada 2020 masing-masing Rp 32,1 triliun (7,8%) dan US$ 1,2 miliar (4,1%), dan pada 2021 masing-masing Rp 29,4 triliun (6,6%) dan US$ 1 miliar (3,1%). Lalu, investasi PMDN dan PMA di sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan pada 2022 masing-masing Rp 38,9 triliun (7%) dan US$ 1,8 miliar (3,9%), sedangkan pada Januari-Juni 2023 masing-masing Rp 22,8 triliun (7,2%) dan US$ 1,1 miliar (4,5%).
Mukhammad Faisol Amir menuturkan, kontribusi investasi sektor pertanian terhadap total investasi nasional memang masih rendah. “Betul, investasi di sektor pertanian Indonesia masih tergolong rendah. Investasi asing di sektor pertanian hanya 3-7% dari total PMA di Indonesia pada 2015-2019,” ungkap dia. Sebagian besar investasi di sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan masuk ke subsektor kelapa sawit. Sedangkan untuk sektor pertanian lainnya, seperti tanaman pangan dan hortikultura, masih jauh lebih rendah. “Karenanya, peningkatan investasi di sektor pertanian perlu dilakukan. Hal tersebut diperlukan guna memacu produktivitas dan kualitas produk pertanian Indonesia,” jelas Faisol.
Masih minimnya investasi PMDN dan PMA di sektor pertanian menunjukkan rendahnya investasi dan keterlibatan swasta di sektor tersebut. Hal itu salah satunya karena dominasi BUMN, sebagaimana telah terbukti di sektor infrastruktur. Keterlibatan BUMN dalam pembangunan infrastruktur strategis semakin menguat sejak pemerintah menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas. “Pemerintah memberikan BUMN suntikan modal, melakukan penunjukan langsung, serta memberi kemudahan birokrasi, terutama dalam pembebasan dan akuisisi lahan. Keuntungan-keuntungan demikian tidak dapat dinikmati oleh investor swasta yang menyebabkan mereka enggan terlibat dalam proyek tersebut,” papar Faisol.
Editor: Tri Listiyarini
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






