Jumat, 15 Mei 2026

Digerus E-Commerce, Pedagang Pasar Cipadu Merugi hingga Harus Jual Toko

Penulis : Celvin Sipahutar
20 Sep 2023 | 17:28 WIB
BAGIKAN
Kondisi Pasar Cipadu, Kota Tangerang, Banten. (B Universe Photo/Celvin Sipahutar)
Kondisi Pasar Cipadu, Kota Tangerang, Banten. (B Universe Photo/Celvin Sipahutar)

JAKARTA, investor.id - Masifnya penjualan melalui e-commerce membuat aktivitas di Pasar Cipadu, Kota Tangerang sepi pengunjung. Imbasnya, pedagang merugi hingga harus menjual tokonya.

Rina (42), salah satu pedagang di Pasar Cipadu, mengatakan bahwa tokonya sudah sepi pengunjung sejak awal 2023. Menurut Rina, sepinya pengunjung utamanya dipengaruhi gempuran penjualan di platform e-commerce.

"Sejak tahun ini lumayan kerasa ya, sejak ada online yang gila-gilaan kita market-nya sangat-sangat berkurang sekali, terasa sekali. Omzet bisa berkurang sampai 80%," ungkap Rina kepada wartawan B Universe, Rabu (20/9/2023).

ADVERTISEMENT

Pasar Cipadu sendiri terkenal dengan berbagai macam garmen atau olahan tekstil sehingga dulunya ramai diburu oleh pembeli dari berbagai kota. Sebelum digempur oleh penjualan melalui e-commerce, hampir seluruh toko di Pasar Cipadu ramai didatangi pembeli dari berbagai kota.

Melihat kondisi saat ini, Rina mengatakan bahwa tokonya nyaris tak didatangi pembeli setiap harinya. "Paling langganan ya (membeli), tapi itu juga sesekali. Kita kan harapkan pembeli yang datang ke pasar. Yang langganan kan enggak selalu. Jadi pembeli yang datang ke pasar sekarang sangat berkurang sekali," ucapnya.

Sepinya minat pembeli secara langsung pun membuat Rina harus memutar otak agar bisa bertahan. Dia mengaku memiliki beberapa toko di Pasar Cipadu. Namun, dirinya terpaksa untuk melepas tokonya ke orang lain. 

Hal serupa pun turut dilakukan pedagang lainnya di Pasar Cipadu imbas dari masifnya penjualan secara online.

"Ya, ada yang tutup, ada yang jual, ada yang dioper kontrak juga. Jadi intinya enggak dagang lagi, teman saya juga. Bahkan, saya sendiri rencananya kita ada berapa toko, satu toko mau kita lepas juga," jelas Rina.

Rina pun berharap agar kedepannya pemerintah dapat mengambil kebijakan tegas untuk mengontrol e-commerce. Dengan demikian, pedagang di Pasar Cipadu pun dapat terus bertahan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia