Digerus E-Commerce, Pedagang Pasar Cipadu Merugi hingga Harus Jual Toko
JAKARTA, investor.id - Masifnya penjualan melalui e-commerce membuat aktivitas di Pasar Cipadu, Kota Tangerang sepi pengunjung. Imbasnya, pedagang merugi hingga harus menjual tokonya.
Rina (42), salah satu pedagang di Pasar Cipadu, mengatakan bahwa tokonya sudah sepi pengunjung sejak awal 2023. Menurut Rina, sepinya pengunjung utamanya dipengaruhi gempuran penjualan di platform e-commerce.
"Sejak tahun ini lumayan kerasa ya, sejak ada online yang gila-gilaan kita market-nya sangat-sangat berkurang sekali, terasa sekali. Omzet bisa berkurang sampai 80%," ungkap Rina kepada wartawan B Universe, Rabu (20/9/2023).
Pasar Cipadu sendiri terkenal dengan berbagai macam garmen atau olahan tekstil sehingga dulunya ramai diburu oleh pembeli dari berbagai kota. Sebelum digempur oleh penjualan melalui e-commerce, hampir seluruh toko di Pasar Cipadu ramai didatangi pembeli dari berbagai kota.
Melihat kondisi saat ini, Rina mengatakan bahwa tokonya nyaris tak didatangi pembeli setiap harinya. "Paling langganan ya (membeli), tapi itu juga sesekali. Kita kan harapkan pembeli yang datang ke pasar. Yang langganan kan enggak selalu. Jadi pembeli yang datang ke pasar sekarang sangat berkurang sekali," ucapnya.
Sepinya minat pembeli secara langsung pun membuat Rina harus memutar otak agar bisa bertahan. Dia mengaku memiliki beberapa toko di Pasar Cipadu. Namun, dirinya terpaksa untuk melepas tokonya ke orang lain.
Hal serupa pun turut dilakukan pedagang lainnya di Pasar Cipadu imbas dari masifnya penjualan secara online.
"Ya, ada yang tutup, ada yang jual, ada yang dioper kontrak juga. Jadi intinya enggak dagang lagi, teman saya juga. Bahkan, saya sendiri rencananya kita ada berapa toko, satu toko mau kita lepas juga," jelas Rina.
Rina pun berharap agar kedepannya pemerintah dapat mengambil kebijakan tegas untuk mengontrol e-commerce. Dengan demikian, pedagang di Pasar Cipadu pun dapat terus bertahan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






