Was-Was Serangan Balik Israel, Impor Migas RI dari Iran Ternyata Turun Signifikan
JAKARTA, investor.id – Dunia khawatir Israel akan membalas serangan Iran, yang salah satu objeknya adalah fasilitas minyak Iran. Kekhawatiran ini tak terkecuali untuk Indonesia yang masih menggantungkan impor minyak dan gas bumi (migas) dari luar negeri.
Kekhawatiran tersebut salah satunya disampaikan Analis S&P Global, bahwa serangan udara Iran ke wilayah Israel pada Sabtu (13/4/2024) malam waktu setempat, akan memicu eskalasi lebih lanjut antara kedua negara. Serangan Iran malam itu merupakan balasan merespons serangan Israel ke kantor konsulat Iran di Damaskus, Suriah, yang menewaskan beberapa petinggi Korps Revolusi Iran pada awal April 2024 ini.
Kekhawatiran berikutnya adalah kemungkinan serangan balik dari Israel ke Iran, khususnya jika membidik fasilitas minyak iran. Lebih jauh, inisiasi semacam itu dipercaya dapat memengaruhi harga minyak dunia.
“Setiap pembalasan yang dilakukan Israel, ... terutama yang menargetkan fasilitas minyak Iran, akan berdampak besar pada pasar energi,” imbuh Analis S&P Global seperti dikutip dari AP, Senin (15/3/2024).
Mengutip Reuters, harga minyak Brent untuk pengiriman bulan Juni turun 99 sen atau sekitar 1% pada Senin (15/4/2024). Beberapa faktor yang memengaruhi yaitu pasar mengurangi premi risiko serangan Iran terhadap Israel pada akhir pekan lalu.
Sedangkan harga minyak dari West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei juga menurun US$ 1,05 atau sebesar 1,2% menjadi US$ 84,61.
Impor Migas RI dari Iran
Kekhawatiran kenaikan harga minyak dunia masih tetap berlaku, meski sebenarnya RI telah mengurangi impor migas dari Iran dalam kurun enam tahun belakangan. Demikian jika mengacu data impor migas RI dalam Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI).
Berdasarkan laporan tersebut, Indonesia mencatatkan nilai impor migas dari Iran sebesar US$ 366,11 juta pada 2018. Nilai tersebut terus menurun sampai dengan tahun 2022 menjadi sebesar US$ 2,49 juta. Tapi bergerak naik menjadi US$ 3,05 juta sepanjang 2023.
Lalu pada Januari 2024, nilai impor migas RI dari Iran tercatat sebesar US$ 320 ribu. Angka itu turun 41% secara tahunan (year on year/yoy) dari Januari 2023 yang sebesar US$ 549 ribu.
Nilai impor migas dari Asia dan Timur Tengah oleh Indonesia pada 2023 juga bergerak menurun 17% (yoy) menjadi US$ 26,48 miliar, dibandingkan tahun 2022 yang sebesar US$ 32,10 miliar. Praktis, porsi impor migas dari Iran relatif kecil dibandingkan keseluruhan impor Indonesia dari wilayah Asia dan Timur Tengah.
Lebih lanjut menilik neraca perdagangan antara RI dan Iran, nilai impor Indonesia mencapai US$ 11,72 juta atau turun 19,37% (yoy). Sedangkan nilai ekspor RI dari Iran mencapai US$ 195,12 juta, juga menurun 19,27% (yoy).
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






