Ketersediaan SPKLU Akan Aselerasi Pertumbuhan Kendaraan Listrik
JAKARTA, investor.id - Pemerintah Indonesia terus mendorong agar adopsi mobil listrik meningkat signifikan pada 2024 dengan dukungan insentif pajak, seperti PPN 1% dan pembebasan PPnBM.
Hasilnya, penjualan mobil listrik meningkat hingga 177% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, salah satu tantangan utama adalah memastikan pertumbuhan ini didukung infrastruktur pengisian daya yang memadai.
Diketahui, Pemerintah Indonesia menargetkan 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit kendaraan listrik roda dua di jalan pada tahun 2030 mengaspal di jalan raya. Untuk itu, Kemeterian ESDM terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukungnya sehingga terbetuk ekosistem kendaraan Listrik.
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) merupakan komponen penting dalam ekosistem kendaraan listrik karena mendukung pertumbuhan industri dan mendorong penggunaan kendaraan listrik. Percepatan pembangunan infrastruktur SPKLU sebagai kunci utama dalam mendukung adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Terra Charge menutup tahun ini sebagai pengisian kendaraan listrik (EV) dengan berbagai pencapaian besar. Diluncurkan pada Agustus 2024, Terra Charge, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dari Jepang, mencapai tonggak penting dalam perjalanannya dengan melampaui 10% dari target ambisiusnya. Ini menjadi langkah awal yang kuat untuk membangun ribuan SPKLU di seluruh Indonesia.
Terra Charge menyediakan jaringan pengisian untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Managing Director Terra Charge Indonesia Go Suzuki menyampaikan dalam waktu empat bulan, Terra Charge berhasil bermitra dengan berbagai pihak, termasuk pengembang properti ternama dan komunitas seperti Plaza Mandiri, Chillax Sudirman, dan Sheraton Hotel.
Bahkan, lokasi-lokasi properti yang strategis di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Bali kini dilengkapi dengan stasiun pengisian berstandar kualitas Jepang sehingga memberikan kemudahan bagi pengguna EV di Indonesia.
“Kami sangat bangga dengan perkembangan yang kami capai dalam waktu singkat. Ini menunjukkan dedikasi tim kami serta kepercayaan dari mitra dan pengguna EV yang terus bertambah,” kata Go Suzuki dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (12/12/2024).\
Pada 2025, kata dia, Terra Charge juga berencana mempercepat pemasangan stasiun pengisian baru di berbagai kota besar di Indonesia. Dengan pertumbuhan pengguna setia sebesar lebih dari 20% pada 2024, Terra Charge berada dalam posisi kuat untuk terus berkembang dan mendukung ekosistem EV di Indonesia.
Selain itu, Terra Charge akan memprioritaskan inovasi berbasis kebutuhan pelanggan, seperti pengembangan fitur aplikasi baru dan integrasi teknologi canggih. Tujuannya menciptakan pengalaman pengisian daya yang lebih nyaman dan efisien bagi pengguna EV.
“Ke depan, kami akan terus fokus menyediakan solusi pengisian daya yang mudah diakses, efisien, dan ramah lingkungan untuk mendukung target energi bersih Indonesia,” kata Go Suzuki.
"Memasuki 2025, Terra Charge tetap berkomitmen mendukung transisi menuju kendaraan listrik dan mencapai target energi bersih Indonesia melalui kolaborasi, teknologi, dan inovasi," pungkas Go Suzuk
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler






