Bendungan Jlantah Jadi Harapan Baru untuk Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Energi Hijau
JAKARTA, investor.id - Bendungan Jlantah berdiri megah menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat sekitar. Bendungan senilai Rp1,025 triliun ini tak hanya menjadi tonggak dalam sejarah pembangunan infrastruktur, juga bagian penting dari upaya mendukung ketahanan pangan dan mitigasi dampak perubahan iklim.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi proyek pembangunan tersebut untuk meninjau perkembangan bendungan yang ditargetkan rampung pada Januari 2025.
Dalam kunjungannya, Gibran menekankan pentingnya keberlanjutan sumber daya air sebagai kunci produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
"Bendungan ini akan membantu petani meningkatkan produksi dan memberikan manfaat ekonomi yang meluas," jelas Gibran dalam keterangan tertulis, Jumat (27/12/24).
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menyebutkan, Bendungan Jlantah akan mengairi lahan persawahan seluas 1.494 hektar di Kecamatan Jatiyoso dan Jumapolo.
Sebelumnya, pengairan di wilayah ini sangat bergantung pada tadah hujan, yang membuat panen sering kali hanya sekali atau dua kali dalam setahun.
"Dengan saluran irigasi dari Bendungan Jlantah, petani dapat panen hingga tiga kali setahun," ujar Ermy.
Apabila bendungan tersebut rampung, Indeks Pertanaman (IP) diproyeksikan meningkat dari 172 % menjadi 272% di lahan seluas 806 hektar. Hal ini berarti hasil panen bakal melimpah, sekaligus dapat mendukung target pemerintah mewujudkan swasembada pangan lebih cepat pada 2027.
Tak hanya soal pertanian, bendungan ini juga dirancang untuk mengurangi risiko banjir di Desa Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, hingga 87 hektar.
Selain itu, Bendungan Jlantah memiliki potensi untuk menghasilkan listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLMTH) sebesar 0,625 Megawatt, memberikan kontribusi kecil namun berarti bagi ketahanan energi berbasis sumber daya terbarukan.
Bendungan yang berada di antara Sungai Jlantah dan Sungai Puru ini memiliki lokasi strategis yang memungkinkan pengembangannya sebagai kawasan agrowisata.
Dengan desain setinggi 70 meter dan panjang 404 meter, bendungan ini bukan hanya infrastruktur fungsional, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
“Selain manfaat langsungnya, proyek ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar bendungan,” tambah Ermy.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






