Jumat, 15 Mei 2026

Bendungan Jlantah Jadi Harapan Baru untuk Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Energi Hijau

Penulis : Muhammad Ghafur Fadlilah
27 Des 2024 | 16:14 WIB
BAGIKAN
Wapres Gibran Rakabuming Raka saat meninjau perkembangan pembangunan Bendungan Jlantah di Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (27/12/2024)
Wapres Gibran Rakabuming Raka saat meninjau perkembangan pembangunan Bendungan Jlantah di Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (27/12/2024)

JAKARTA, investor.id - Bendungan Jlantah berdiri megah menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat sekitar. Bendungan senilai Rp1,025 triliun ini tak hanya menjadi tonggak dalam sejarah pembangunan infrastruktur, juga bagian penting dari upaya mendukung ketahanan pangan dan mitigasi dampak perubahan iklim.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi proyek pembangunan tersebut untuk meninjau perkembangan bendungan yang ditargetkan rampung pada Januari 2025.

Dalam kunjungannya, Gibran menekankan pentingnya keberlanjutan sumber daya air sebagai kunci produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Bendungan ini akan membantu petani meningkatkan produksi dan memberikan manfaat ekonomi yang meluas," jelas Gibran dalam keterangan tertulis, Jumat (27/12/24).

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menyebutkan, Bendungan Jlantah akan mengairi lahan persawahan seluas 1.494 hektar di Kecamatan Jatiyoso dan Jumapolo.

Sebelumnya, pengairan di wilayah ini sangat bergantung pada tadah hujan, yang membuat panen sering kali hanya sekali atau dua kali dalam setahun.

"Dengan saluran irigasi dari Bendungan Jlantah, petani dapat panen hingga tiga kali setahun," ujar Ermy.

Apabila bendungan tersebut rampung, Indeks Pertanaman (IP) diproyeksikan meningkat dari 172 % menjadi 272% di lahan seluas 806 hektar. Hal ini berarti hasil panen bakal melimpah, sekaligus dapat mendukung target pemerintah mewujudkan swasembada pangan lebih cepat pada 2027.

Tak hanya soal pertanian, bendungan ini juga dirancang untuk mengurangi risiko banjir di Desa Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, hingga 87 hektar.

Selain itu, Bendungan Jlantah memiliki potensi untuk menghasilkan listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLMTH) sebesar 0,625 Megawatt, memberikan kontribusi kecil namun berarti bagi ketahanan energi berbasis sumber daya terbarukan.

Bendungan yang berada di antara Sungai Jlantah dan Sungai Puru ini memiliki lokasi strategis yang memungkinkan pengembangannya sebagai kawasan agrowisata.

Dengan desain setinggi 70 meter dan panjang 404 meter, bendungan ini bukan hanya infrastruktur fungsional, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

“Selain manfaat langsungnya, proyek ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar bendungan,” tambah Ermy.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia